Berita Kaltim Terkini
Perseteruan Grup WA Anggota Dewan Berlanjut, BK DPRD Kaltim Segera Gelar Rapat Internal
Ketua BK DPRD Kaltim, Subandi, mengonfirmasi bahwa aduan terkait dugaan pelanggaran etik tersebut sudah diterima dan siap diproses
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
Berita sebelumnya. Rapat pimpinan terkait penyerahan surat hak angket yang disusun oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Timur diwarnai ketegangan hebat antaranggota dewan.
Insiden tersebut melibatkan anggota Fraksi Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi, yang merasa tersinggung atas pernyataan dari anggota Fraksi Golkar, Syahariah Mas'ud.
Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Syahariah yang sebelumnya dilontarkan di dalam grup WhatsApp lintas anggota DPRD Kaltim.
Dalam forum rapat formal tersebut, Syahariah mengakui bahwa ucapannya di grup digital memang terkesan keras.
Namun, ia berdalih hal itu terjadi spontan karena situasi politik yang mendesak.
“Saya mohon maaf kalau agak kasar. Saya bukan orang kasar, tapi dalam kondisi tertentu saya harus berbicara seperti itu,” ujar Syahariah memberikan klarifikasi di depan forum.
Syahariah menyinggung bahwa sikap kerasnya berkaitan dengan dinamika pembentukan hak angket yang membutuhkan dukungan solid lintas fraksi, termasuk dari Fraksi Gerindra.
Terkesan Menyerang Personal
Menanggapi pembelaan tersebut, Akhmed Reza Fachlevi langsung menyatakan keberatan secara terbuka.
Ia menilai cara penyampaian Syahariah tidak pantas dan menyerang personal.
“Betul, Bu. Tapi tidak sopan Ibu berkata seperti itu kepada saya,” tegas Reza dengan nada tinggi di dalam ruang rapat.
Suasana seketika memanas. Sejumlah anggota dewan lain langsung berupaya meredam situasi yang mulai tidak kondusif dengan meminta agar persoalan personal tidak diseret ke dalam forum resmi tata negara.
Beberapa anggota bahkan mengusulkan agar rapat segera diskors.
Baca juga: 3 Penyebab Menguatnya Peran Militer di Ranah Sipil versi Peneliti, Antara Lain Romantisme Politik
“Ini sudah menyangkut pribadi, sebaiknya dibicarakan secara personal saja di luar forum,” instruksi Hasanuddin Mas'ud selaku pimpinan forum rapat mencoba menengahi.
Namun, tensi di dalam ruangan tidak langsung mereda. Dalam situasi yang semakin pelik dan emosional, Reza sempat melontarkan sumpah atas ketidakterimaannya terhadap perlakuan tersebut.
“Demi Allah, demi alam, saya tidak terima!” ucap Reza emosional.
Berdasarkan pantauan siaran langsung forum tersebut, Reza akhirnya ditarik keluar dari ruang rapat oleh sejumlah rekan sejawatnya untuk ditenangkan.
Setelah situasi kondusif kembali, rapat akhirnya dilanjutkan ke agenda inti, yaitu penyerahan berkas hak angket secara resmi oleh Nurhadi selaku pimpinan Pansus.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260118_Anggota-Komisi-III-DPRD-Kaltim-Subandi.jpg)