Pria Lompat dari Jembatan Mahakam
Isi Surat Terakhir Pria Lompat dari Jembatan Mahakam Samarinda: Aku Gak Sanggup Lagi
Seorang pria asal Long Mesangat, Muara Ancalong, Kutai Timur, dilaporkan hilang di kawasan Jembatan Mahakam I Samarinda.
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Seorang warga Long Mesangat, Muara Ancalong, Kutai Timur, dilaporkan hilang di kawasan Jembatan Mahakam I Samarinda.
- Jaket, sandal, tas, dan ponsel ditemukan di lokasi dan menjadi petunjuk awal dalam penyelidikan.
- Polisi berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengakses rekaman CCTV guna memastikan kronologi peristiwa.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pagi yang tenang di atas Jembatan Mahakam I, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mendadak berubah menjadi suasana mencekam dan penuh haru pada Jumat (05/06/2026) sekira pukul 09.30 wita.
Sebuah jaket, sepasang sandal, tas, ponsel, dan sepucuk surat usang menjadi saksi bisu dari sebuah keputusan nekat yang diambil oleh seorang pria di tengah arus sungai yang menderu.
Bukan sekadar barang temuan, sebuah pesan singkat yang tertulis di atas kertas menjadi pusat perhatian.
Surat itu bukan berisi amarah, melainkan sebuah permohonan maaf yang menyayat hati, mengungkap betapa berat beban hidup yang dipikul oleh pemiliknya, yang diduga bernama Bobi Bu'ulolo.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Asal Kutai Timur Nekat Lompat dari Jembatan Mahakam Samarinda
"Maaf Sebesar-besar, Siapa yang Menemukan Aku. Jangan dikasi tau Keluargaku. Aku lakukan ini bukan karena ada masalah, Aku gak sanggup lagi beban didunia ini," tulisnya dalam kalimat yang surat itu.
Pesan tersebut menggambarkan sebuah keputusasaan yang mendalam.
Di saat dunia luar melihatnya sebagai pria yang sedang menjalankan rutinitas biasa, datang ke Samarinda untuk urusan servis mobil di dalam dirinya ternyata sedang terjadi badai yang tak kunjung reda.
Bobi diketahui berasal dari Long Mesangat, Muara Ancalong, Kutai Timur.
Baca juga: Depresi Kehilangan Ibu, Pria 24 Tahun Nyaris Lompat dari Jembatan Kukar
Kehadirannya di Samarinda awalnya bertujuan untuk membawa mobil ke sebuah dealer di Jalan Cipto Mangunkusumo.
Namun, setelah urusan servis selesai pada sore hari sebelumnya, Bobi justru menghilang dan kehilangan kontak dengan sopirnya.
Indikasi lain yang ditemukan polisi menambah nuansa kesedihan dalam kasus ini. Di lokasi kejadian, terdapat tanda-tanda bahwa ia baru saja menjalani pemeriksaan medis.
"Sepertinya dia habis berobat di rumah sakit mata," ujar Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi saat ditemui dilokasi.
Baca juga: Viral Wanita Diduga ODGJ Tewas Usai Lompat dari Jembatan Pelabuhan Feri Kariangau Balikpapan
Hal ini memunculkan spekulasi tentang beban kesehatan yang mungkin turut menguras kekuatan batin sang penulis surat hingga ia merasa tak sanggup lagi melangkah lebih jauh.
Kini, keluarga Bobi sedang dalam perjalanan panjang dari Muara Ancalong menuju Samarinda.
Mereka datang bukan untuk menjemput mobil yang sudah selesai diservis, melainkan untuk mencari kepastian tentang nasib anggota keluarga mereka yang hilang ditelan arus Sungai Mahakam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260605_Sepucuk-surat-yang-ditinggalkan-pria-asal-Kutai-Timur-di-atas-Jembatan-Mahakam-Samarinda.jpg)