Berita Samarinda Terkini
RSUD IA Moeis Samarinda Bakal Perluas Ruang Isolasi TB dan HIV, Berkapasitas 10 Tempat Tidur
RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda akan memperluas ruang perawatan pasien TB dan HIV pada tahun 2026.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- RSUD IA Moeis memperluas ruang isolasi pasien TB dan HIV dari 6 menjadi 10 tempat tidur.
- Rumah sakit mencatat tren peningkatan pasien TB dan HIV seiring bertambahnya jumlah penduduk Samarinda.
- Pekerjaan perluasan dimulai Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - RSUD Inche Abdoel Moeis atau RSUD IA Moeis yang berlokasi di Jalan H. A. M. M. Rifaddin No.1, Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, bakal memperluas ruang isolasi penanganan penyakit TBC dan HIV pada 2026.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan lapangan Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Samarinda ke rumah sakit dibawah naungan Pemkot Samarinda tersebut.
Kunjungan ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS.
Direktur RSUD IA Moeis, dr. Osa Rafshodia, menegaskan bahwa pelayanan terhadap kedua penyakit itu selama ini telah berjalan dengan baik.
Baca juga: RSUD IA Moeis Samarinda Segera Operasikan CT Scan dan Cathlab Jadi Buffer Layanan Rujukan Kaltim
Dia bilang, sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD IA Moeis menegaskan fungsi sosial untuk selalu menjadi landasan utama dalam setiap pelayanan.
"Sejauh ini pelayanan TBC dan HIV itu berjalan baik," ujarnya, Jumat (5/6/2026).
dr. Osa begitu dia akrab disapa menjelaskan, saat ini ruang isolasi untuk pasien TBC dan HIV memiliki kapasitas enam tempat tidur.
Namun, dengan adanya kucuran anggaran tahun ini, kapasitas tersebut akan segera ditingkatkan.
Baca juga: Pengembangan RSUD IA Moeis Samarinda, Walikota Andi Harun Minta agar Para Investor untuk Tidak Ragu
"Nah ini nanti tahun ini kita dapat anggaran untuk perluasan sampai dari 6 naik jadi 10 tempat tidur. Jadi kapasitasnya bertambah," jelasnya.
Perluasan ruang isolasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian layanan rawat inap bagi setiap pasien yang membutuhkan.
Selain soal kapasitas fisik, dr. Osa juga menyampaikan bahwa dukungan dari Dinas Kesehatan dalam hal ketersediaan obat-obatan secara umum berjalan lancar.
Untuk pemeriksaan TBC, cartridge yang dibutuhkan juga tersedia, meski sempat mengalami keterlambatan pengiriman dari Kementerian Kesehatan pada tahun lalu.
Baca juga: DPRD Samarinda Soroti RSUD IA Moeis, Kritik soal Estetika dan Kesejahteraan Pegawai
Terkait tren kasus, dr. Osa mengakui bahwa angka pasien TBC maupun HIV cenderung terus meningkat setiap tahunnya.
Ia mengaitkan hal itu dengan lonjakan jumlah penduduk yang tak terbendung.
"Apalagi Samarinda kan kota singgah ya, jadi tiap tahun bukannya tambah kurang penduduk Samarinda kan tambah naik, ini udah 1 jutaan," katanya.
| 'Sniper' Kampung Narkoba Samarinda Diperiksa Bareskrim Hari Ini, Oknum Brimob Polda Kaltim |
|
|---|
| Saddam Husin Pimpin PUTRI Samarinda, Siapkan Gebrakan Wisata Inklusif di Tengah Tantangan Ekonomi |
|
|---|
| 2 Kasus Kriminal di Samarinda, IRT Rampok Nenek 88 Tahun hingga Residivis Bobol Brankas Rp150 Juta |
|
|---|
| Saddam Husin Terpilih jadi Ketua Usaha Taman Rekreasi Samarinda Gantikan Bos Rumah Ulin Arya |
|
|---|
| Polresta Samarinda Ringkus Ibu Rumah Tangga Pelaku Perampokan Lansia 88 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260605_Ruangan-poli-Tuberkulosis-di-RSUD-IA-Moeis-Samarinda.jpg)