Berita Samarinda Terkini
Hadapi Tekanan Fiskal, Walikota Samarinda Andi Harun Perkenalkan Konsep 'APBD Cerdas'
Fokus tidak lagi pada besarnya APBD, melainkan bagaimana anggaran yang tersedia mampu memberikan dampak maksimal bagi masyarakat
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Nur Pratama
Sementara 30 persen lainnya diperuntukkan bagi kebutuhan birokrasi dan operasional pemerintahan dengan tetap mengedepankan efisiensi dan reformasi birokrasi.
Selain itu, lima persen anggaran disiapkan sebagai dana cadangan dan mitigasi risiko, termasuk untuk menjaga stabilitas harga pangan dan penanganan bencana.
Sedangkan lima persen sisanya diarahkan pada inovasi serta transformasi digital melalui pengembangan program Smart City dan digitalisasi pelayanan publik.
Di sisi pendapatan, Andi Harun memperkirakan sekitar 60 persen APBD Samarinda masih akan bergantung pada transfer pemerintah pusat.
Adapun Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mampu menyumbang sekitar 36 persen atau setara Rp1,2 triliun.
Ia mengakui target tersebut tidak mudah dipertahankan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Namun menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki banyak pilihan selain terus meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan yang ada.
“Dalam situasi ekonomi dan kebijakan fiskal saat ini, pemerintah daerah tidak punya banyak pilihan selain berani memasang target tinggi dan bekerja keras mencapainya,” tegasnya.
Sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara bersama Balikpapan, Samarinda juga menghadapi tekanan tambahan berupa meningkatnya kebutuhan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.
Karena itu, Andi Harun menilai transformasi pengelolaan anggaran menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.
Menurutnya, keberhasilan sebuah daerah pada masa mendatang tidak lagi ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, melainkan kemampuan pemerintah mengelolanya secara cerdas dan tepat sasaran.
“Perilaku anggaran Samarinda harus bertransformasi menjadi adaptif, tangguh, dan cerdas. Sebab masa depan sebuah kota tidak ditentukan oleh seberapa besar anggarannya, melainkan oleh seberapa cerdas mengelolanya,” tutup Andi Harun. (*)
| Stafsus Presiden Prabowo ke Samarinda, Dorong UMKM Andalkan Digitalisasi demi Kurangi Sampah |
|
|---|
| 5 Fakta Kriminalitas Jalanan Samarinda, Kasusnya Tertinggi di Kaltim pada Mei 2026 |
|
|---|
| Pertamina Gelar Pelatihan Barista untuk Pemuda Samarinda, Dorong Wirausaha Kopi Muda |
|
|---|
| Hunian Hotel di Samarinda Lesu, PHRI Berharap Pemda Gelar Event Nasional untuk Tingkatkan Wisatawan |
|
|---|
| Catat Tanggalnya! Operasi Patuh 2026 di Samarinda Berlaku 14 Hari, Ini Pelanggaran Prioritasnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260507_Walikota-Samarinda-Andi-Harun-menjelaskan-strategi-baru-Pemkot-Samarinda.jpg)