Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Pertamax Naik

Harga Pertamax Naik, Driver Online di Balikpapan Terjepit Beban Operasional

Bagi para mitra pengemudi, kenaikan harga yang mencapai lebih dari Rp4.000 per liter ini bukan sekadar penyesuaian harga

Tayang:
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
HARGA BBM NAIK - Ilustrasi pengendara roda dua mengisi bahan bakar minyak di SPBU Pertamina, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Para pengemudi taksi online dan ojek online di Kota Balikpapan menjerit karena dampak kenaikan harga Pertamax, Jumat (12/6/2026). Tak sedikit di antara mereka mengaku mencari pendapatan yang untuk menutupi biaya bahan bakar, tidak untung apalagi untuk menabung, sisihkan uang.  

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax di Balikpapan memberatkan pengemudi transportasi daring;
  • Biaya operasional membengkak sementara tarif penumpang cenderung stagnan;
  • Pengemudi terpaksa lebih selektif dalam menerima pesanan demi menjaga penghasilan;
  • Sebagian pengemudi mulai mempertimbangkan untuk beralih profesi akibat tekanan ekonomi.

 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kenaikan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp16.650 per liter di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, memicu gejolak bagi para pengemudi ojek dan taksi online. 

Di tengah ketatnya persaingan tarif dan maraknya potongan harga dari aplikasi, lonjakan biaya operasional ini membuat mereka semakin terimpit ekonomi.

Bagi para mitra pengemudi, kenaikan harga yang mencapai lebih dari Rp4.000 per liter ini bukan sekadar penyesuaian harga, melainkan pemangkasan langsung terhadap penghasilan bersih harian mereka.

Satu di antaranya, Mohammad Andika (42), pengemudi taksi online di Balikpapan, mengakui bahwa pola kerjanya kini berubah drastis. 

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pendapatan Penyedia Mainan Odong-odong Balikpapan Anjlok hingga 70 Persen

Ia harus selektif menerima order, terutama untuk jarak jauh.

Dulu, kata dia, isi Pertamax Rp200 ribu bisa untuk dua hari. Sekarang, belum sampai satu setengah hari sudah habis. 

"Sementara tarif penumpang stagnan, bahkan sering terpotong promo aplikasi," keluhnya, Jumat (12/6/2026) di Balikpapan.

Andika mencontohkan, untuk rute Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan ke Balikpapan Baru, pendapatan bersih yang diterima pengemudi semakin menipis setelah dikurangi biaya potongan aplikasi dan konsumsi BBM yang kini jauh lebih mahal.

Dilema Tarif dan Sepinya Order

Keluhan senada datang dari Parman (35), pengemudi ojek online di kawasan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Menurutnya, masalah utama bukan sekadar kenaikan harga Bahan Bakar Minyak non-subsidi, melainkan ketidakseimbangan antara biaya operasional dan pendapatan di lapangan.

"Tarif tidak naik, malah banyak diskon dari aplikasi. Penumpang tentu senang karena murah, tapi beban di lapangan sepenuhnya ditanggung kami," ungkap Parman.

Baca juga: Dampak Kenaikan BBM Pertamax, UMKM Balikpapan Berjuang Pertahankan Harga Jual via Gas Subsidi

Dalam sehari, ia menghabiskan 4 hingga 5 liter Pertamax.

Dengan harga baru, pengeluaran BBM hariannya membengkak hampir Rp20 ribu.

Baginya, angka tersebut sangat signifikan saat kondisi order sedang sepi.

HARGA BBM TERBARU - Ilustrasi wujud BBM bahan bakar minyak biru nonsubsidi Pertamax di SPBU dekat Grand City Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa 9 Juni 2026 pagi. Harga Pertamax di Balikpapan sudah naik sekitar Rp4 ribu.
HARGA BBM TERBARU - Ilustrasi wujud BBM bahan bakar minyak biru nonsubsidi Pertamax di SPBU dekat Grand City Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa 9 Juni 2026 pagi. Harga Pertamax di Balikpapan sudah naik sekitar Rp4 ribuan. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Antara Bertahan atau Beralih Profesi

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved