Harga Pertamax Naik
Harga Pertamax Naik, Driver Online di Balikpapan Terjepit Beban Operasional
Bagi para mitra pengemudi, kenaikan harga yang mencapai lebih dari Rp4.000 per liter ini bukan sekadar penyesuaian harga
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
Tekanan ekonomi ini memaksa sebagian pengemudi mempertimbangkan untuk meninggalkan profesi yang telah mereka geluti bertahun-tahun.
Fadli Ramadan, pengemudi ojol yang telah berkecimpung selama enam tahun, mengaku mulai melirik peluang kerja lain.
"Dulu ojol menjanjikan, sekarang makin berat. Pendapatan turun, sementara biaya operasional terus naik," tuturnya.
Di sisi lain, beberapa pengemudi mencoba bertahan dengan menjalin kesepakatan langsung dengan pelanggan tetap, seperti karyawan atau pelanggan langganan bandara.
Baca juga: Dilema Sopir di Kutim, Telan Pil Pahit Harga Pertamax Meroket atau Rusak Mesin Pakai Pertalite
Mereka memberikan penyesuaian tarif sebesar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per perjalanan.
Namun, langkah ini pun memiliki risiko. "Kami harus sangat berhati-hati saat bicara dengan penumpang. Jika tidak sesuai prosedur aplikasi, risikonya adalah rating buruk atau pelanggaran aturan," pungkas Farhan, salah satu pengemudi taksi online.
Apalagi katanya, aplikator sering memberikan potongan harga atau promo kepada penumpang untuk menarik minat pasar.
Meskipun promo ini bisa dikatakan subsidi dari aplikator untuk penumpang pengguna jasa driver online, seringkali pengemudi merasa pendapatan bersih mereka tetap tertekan karena basis perhitungan tarif menjadi lebih rendah.
Komponen yang tidak diatur oleh aplikasi namun sangat berdampak pada pendapatan bersih, seperti harga BBM yang bersifat fluktuatif dan biaya perawatan kendaraan seperti servis rutin dan mengganti suku cadang yang tidak layak lagi.
Hingga kini, para pengemudi di Kota Balikpapan berharap adanya kebijakan yang dapat menyeimbangkan antara tarif transportasi online dengan kondisi ekonomi riil di lapangan, agar keberlangsungan mata pencaharian mereka tetap terjaga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260612_Ojol-Balikpapan-Terbebani-Harga-BBM.jpg)