Berita Bontang Terkini
Sensus Ekonomi 2026 Bontang, Walikota Neni Moerniaeni Tekankan Akurasi Data
Walikota Bontang Neni Moerniaeni saat meresmikan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Bontang, Kalimantan Timur
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Walikota Bontang Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya data sebagai fondasi pembangunan daerah di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.
Hal itu disampaikan Walikota Bontang Neni Moerniaeni saat meresmikan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang melalui Apel Siaga di halaman parkir Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pelaksanaan sensus menjadi penting di tengah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terus berkembang.
"Masyarakat kita secara sosial menyesuaikan kondisi hari ini, perekonomian kita berubah sangat cepat. Ada ekonomi digital. Semua itu perlu kita petakan secara akurat maka data hasil sensus sangat penting," kata Walikota Bontang Neni Moerniaeni.
Baca juga: Permudah Pencatatan, BPS Paser Terjunkan 264 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 Door to Door
Lebih jauh, ia mengungkapkan data yang terkumpul akan digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai program pemerintah, mulai dari pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi lokal.
"Karena itu, seluruh aktivitas ekonomi perlu tercatat dengan baik," ujar Walikota Bontang Neni Moerniaeni, perempuan berjilbab ini.
Neni juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan sensus.
Seluruh petugas diwajibkan menggunakan atribut resmi dan membawa identitas saat bertugas agar masyarakat merasa aman ketika memberikan informasi.
"Petugas adalah duta statistik. Masyarakat harus merasa aman dan nyaman saat memberikan informasi," kata Walikota Bontang Neni Moerniaeni.
Perlu diketahui Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Sebanyak 142 petugas BPS Bontang diterjunkan ke lapangan, terdiri dari 125 petugas pendata dan 17 pengawas.
Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, BPS Nunukan Minta Pelaku Usaha Jujur dan Aktif.
Kegiatan tersebut adalah yang kelima kalinya, setelah dilaksanakan pada 1986, 1996, 2006, dan terakhir pada 2016 lalu.
Tidak Hanya Menyasar Kios
Kepala BPS Bontang, Nur Wahid yang ditemui seusai Apel mengatakan skema pendataan dilakukan secara door to door untuk menjangkau seluruh pelaku usaha, baik yang memiliki tempat usaha fisik maupun usaha yang dijalankan dari rumah.
Petugas sensus tidak hanya menyasar toko, kios, maupun warung yang terlihat secara langsung.
Usaha rumahan, penjual online, hingga berbagai aktivitas ekonomi informal juga akan menjadi bagian dari pendataan.
| Pemuda di Muara Badak Kukar Tertangkap Simpan 10 Poket Sabu |
|
|---|
| Informasi Tsunami Beredar di Medsos, BPBD Bontang Minta Warga Tak Panik |
|
|---|
| Bukan Cuma Pedagang Pasar, Pebisnis Kedai Kopi di Bontang Juga Menjerit Akibat Sepi Pelanggan |
|
|---|
| Jeritan IRT di Pasar Telihan Bontang, Harga Beras dan Bawang Mahal: Uang Rp100 Ribu Cepat Habis |
|
|---|
| Dugaan Investasi Bodong Terjadi di Bontang, Korban Mengaku Rugi Rp1 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260615_Senus-Penduduk-di-Bontang-2026.jpg)