Malam Ini, Pj Gubernur Triyono Budi Temui Awang Faroek

Usai dilantik Mendagri Tjahyo Kumolo di Jakarta, Rabu (22/4), Triyono Budi Sasongko tampaknya belum ada tanda-tanda bakal merapat ke Tanjung Selor.

Malam Ini, Pj Gubernur Triyono Budi Temui Awang Faroek
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Triyono Budi Sasongko, Pj Gubernur Kaltara yang baru. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Usai dilantik Mendagri Tjahyo Kumolo di Jakarta, Rabu (22/4/2015), Triyono Budi Sasongko tampaknya belum ada tanda-tanda bakal merapat ke Tanjung Selor, ibukota Kalimantan Utara.

Beberapa agenda di luar daerah (Kaltara) akan dilakukan mantan Bupati Purbalingga periode 2000-2010 tersebut. Salah satunya menggelar pertemuan dengan Gubernur Kaltim di Samarinda, Minggu (26/4/2016) malam ini.

“Kami dan istri malam hari ini hanya silaturahmi saja dengan dengan Gubernur Kaltim. Hari Senin kami akan silaturahmi dengan anggota Forum Forkompida Kaltara (Pangdam, Kapolda, Kajati, dan Kepala PA,” tulis Triyono melalui pesan singkatnya kepada TRIBUNKALTIM.CO, Minggu (26/4/2015) sore.

Baca: Jadi Pj Gubernur Kaltara, Triyono Andalkan Pengalaman

Sebelumnya, Triyono memang telah menyatakan keinginannya bertemu dengan orang nomor satu Kaltim. Sebagai orang yang cukup paham pemekaran Kaltara, Triyono menganggap menemui Awang Faroek adalah tokoh yang perlu ditemui.

“Insya Allah saya akan ke Kaltim dulu, saya harus mohon restu dan pembekalan-pembekalan dari provinsi induk. Saya harus menghadap Pak Awang dulu, karena beliau gubernur. Kenapa Kaltara dimekarkan, saya pikir saya harus pahami dulu,” jelas Sekretaris BNPP Pusat ini beberapa waktu lalu usai dilantik Mendagri.

Sebagai Penjabat Gubernur, Triyono diberi tugas mengawal dan memfasilitasi pilgub Kaltara setelah ditinggalkan Penjabat Gubernur periode sebelumnuya Irianto Lambrie yang habis masa jabatan 22 April 2015.

Berdasarkan amanat Pasal 10 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kaltara menyebutkan “Untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Kaltara, dipilih atau disahkan Gubernur dan atau Wakil Gubernur sesuai dengan peraturan perundangan yang dilaksanakan paling cepat 2 (dua tahun) sejak diresmikan Provinsi Kaltara”.

Adanya ketentuan pilkada serentak membuat jadwal pelaksanan pilgub Kaltara membuat agenda pilgub juga dimundurkan 9 Desember 2015.

Sebelumnya di bawah kepemimpinan Irianto Lambrie, Pemprov telah mengumpulkan anggaran pelaksanaan pilgub Kaltara sebesar Rp 120 miliar hibah dari Pemprov Kaltim, Pemkab Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.

Selain itu fasilitasi pembentukan kelembagaan KPU Kaltara dan Sekretariat-nya juga telah dirampungkan. Kelengkapan administrasi kependudukan juga sebagaian besar telah diselesaikan seperti penggunaan kode wilayah, serta pengumpulan data adminduk ke Kemendagri.

“Apa yang dilakukan Pak Irianto Lambrie cukup bagus. Sekarang tinggal dilanjutkan, khususnya menyelenggarakan pilkada serentak. Saya kira ini tugas cukup berat yang harus dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya dengan merangkul seluruh komponen agar pelaksanaan demokrasi bisa berjalan baik dan demokratis. Oleh karenanya ini menjadi tugas penting kami untuk sukses pilgub,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved