TribunKaltim/

Berita Eksklusif

Hal-hal Aneh Sering Ditemui Prajurit, Inilah Kisah Tentara yang Bertugas di Batas Negara

Masih menurut Asdar, kisah aneh-aneh serupa pernah dialami tim pengamanan yang bertugas sebelumnya dan sudah kembali ke kesatuannya.

Hal-hal Aneh Sering Ditemui Prajurit, Inilah Kisah Tentara yang Bertugas di Batas Negara
TRIBUN KALTIM/DOMU D AMBARITA
Sersan Kepala Muhammad Asdar, anggota TNI penjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Pos di Long Bulan, Malinau menunjukkan tempat bekas evakuasi 13 jasad korban helikopter Mi-17 yang jatuh 9 November 2013. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Puing- puing itu teronggok di tanah, di tengah hutan. Bagian mesin dan radiator terletak di permukaan anak sungai.

Beberapa utas kabel pun masih terlihat bekas dimakan api. Sementara bagian ujung knalpot terletak terpisah, berikut logam dan alumunium bekas terbakar kondisinya terlipat atau tergulung, terletak ke arah bukit, berjarak kurang lebih satu sampai tiga meter dari sungai.

Lokasi ini berjarak kurang-lebih 200 meter dari pos pengaman perbatasan RI - Malaysia di Long Bulan, Desa Long Bulan, Desa Long Bulan, Kecamatan Long Pujungan, Kabupaten Malinau, Kaltara.

Ya, itulah puing-puing Heli Mi-17 yang jatuh dan menewaskan 13 orang kru, dan sipil yang diangkut untuk membangun pos Long Bulan pada 9 November 2013. Satu pohon besar, tinggi dan lurus menjulang ke angkasa, tampak miring adalah bekas kena tabrak heli.

Baca: Pilot Harus Jujur Menulis Flight Plan

Kendati sudah berselang hampir tiga tahun, kisah aneh dan unik dari seputar lokasi kejadian masih dirasakan sebagian prajurit Batalyon 713/Satyatama Gorontalo, yang sudah lima bulan berjaga di sana.

Misalnya dikemukakan Sersan Kepala Muhammad Asdar, sebagai anggota tim merangkap petugas kesehatan di Pos Long Bulan.

Ia mengaku beberapa kali mengalami atau mendengar suara aneh-aneh.

"Saya sendiri pernah mengalami, pintu diketuk-ketuk saat tengah malam. Bahkan, saya pernah mendengar suara mirip sekali seperti helikopter mau mendarat. Saat itu jam dua malam, kan tidak mungkin heli datang," ujar Asdar.

Masih menurut Asdar, kisah aneh-aneh serupa pernah dialami tim pengamanan yang bertugas sebelumnya dan sudah kembali ke kesatuannya.

Halaman
123
Penulis: Domu D.Ambarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help