TribunKaltim/

Keluarga Serahkan Pasangan Pembuang Bayi di Sungai Mahakam kepada Polisi

Penemuan jasad bayi yang ari-arinya masih lengkap ini sempat menggegerkan warga.

Keluarga Serahkan Pasangan Pembuang Bayi di Sungai Mahakam kepada Polisi
IST
Pasangan muda-mudi Jw (18) dan Yd (17) diamankan Polsek Loa Kulu, Sabtu (22/4). Dari hasil pemeriksaan, Jw mengaku telah menggugurkan bayinya dan membuang ke Sungai Mahakam di Jl Jenderal Sudirman RT 12 Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu_ 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rahmad Taufik

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pelaku pembuang bayi perempuan di Sungai Mahakam, Jl Jenderal Sudirman RT 12, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, diserahkan pihak keluarga ke Polsek Loa Kulu, Sabtu (22/4/2017).

Jw (18) dan Yd (17) merupakan pasangan muda-mudi yang tak lain orangtua dari bayi malang itu.

"Kami sudah mencurigai kalau pelaku pembuang bayi itu tinggal di dekat TKP. Namun pagi tadi pasangan yang merupakan orangtua bayi lebih dulu diserahkan oleh pihak keluarga perempuan,” kata AKP Ade Harri Sistriawan, Kapolsek Loa Kulu, Sabtu (22/4/2016).

Polisi membawa Jw ke bidan terdekat untuk mengetahui apakah ia baru saja keguguran atau tidak. Ade mengemukakan, hasil pemeriksaan bidan dinyatakan Jw baru saja mengalami keguguran.

Sementara itu, kepada polisi, Jw mengaku mengonsumsi obat penggugur kandungan yang dibelinya secara online.

Diberitakan sebelumnya, jasad bayi perempuan ditemukan mengambang di Sungai Mahakam, tepatnya Jalan Jenderal Sudirman RT 12, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, oleh Yannur (30), warga sekitar, Jumat (21/4/2017) sekitar pukul 07.00 Wita.

Penemuan jasad bayi yang ari-arinya masih lengkap ini sempat menggegerkan warga.

Yannur menemukan jasad bayi itu di sungai belakang rumahnya. Waktu itu ia sedang mengangkat ancau (alat tangkap ikan).

Tiba-tiba ia melihat suatu benda asing tersangkut dalam tali penahan keramba. Yannur memberanikan diri untuk mengangkat benda itu dengan kedua tangannya.

“Saya sempat penasaran saat melihat benda yang mengambang di sungai itu. Ketika saya angkat dari sungai, benda mirip tali itu ternyata ari-ari dan di bawahnya ada bayi,” ujar Yannur.

Ia lantas memanggil rekannya, Basari (26) untuk mengambil kardus. Kemudian jasad bayi itu ditaruh dalam kardus.

Keduanya segera melaporkan temuan jasad bayi itu kepada Ketua RT, lalu diteruskan ke Polsek Loa Kulu. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help