TribunKaltim/

Pertamina tak Izinkan Stadion Parikesit Digunakan Lagi oleh Persiba

Satu-satunya harapan Persiba bermain di Stadion Batakan, tapi melihat kondisi stadion Batakan masih ada yang harus diperbaiki.

Pertamina tak Izinkan Stadion Parikesit Digunakan Lagi oleh Persiba
TRIBUNKALTIM/MARTINUS WIKAN
Stadion Parikesit Balikpapan terlihat dari atas. 

BALIKPAPAN, TRIBUN - Pemerintah Kota Balikpapan mengajukan perpanjangan penggunaan Stadion Parikesit untuk tim Persiba Balikpapan. Namun surat yang diajukan Pemkot ditolak oleh Pertamina pemilik Stadion Parikesit.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, Persiba meminta izin penggunaan stadion guna menggelar laga kandang lawan PS TNI pada 22 Agustus mendatang. Setelah laga, Pemkot mempersilakan Pertamina untuk membongkar Stadion Parikesit dalam yang nantinya digunakan untuk perluasan kilang minyak Pertamina Balikpapan.

"Kita sudah kirim surat ke Pertamina meminta satu kali lagi untuk perpanjangan waktu Persiba di tanggal 22 Agustus mendatang, kalau Pertamina masih mengizinkan, kita lihat Pertamina nanti bagaimana, karena Pertamina sudah mendesak untuk pelebaran kilang," kata Rizal.

Sementara, Irfan Taufik Sekretaris Umum Persiba mengatakan, kemarin tanggal 10 Agustus ini adalah hari terakhir dimana Persiba harus mengosongkan lapangan Parikesit, karena Pertamina sudah mau menggunakan.

"Kami masih berupaya main di Parikesit, dengan menyampaikan ke Pembina Persiba dalam hal ini Walikota untuk meminta Pertamina memberikan tenggang waktu hingga tanggal 23 Agustus, karena tanggal 22 itu PS TNI bermain dengan Persiba Balikpapan," ujar Irfan.

Setelah tanggal 22 Agustus, Persiba Balikpapan akan main lagi di kandang 29 September melawan Persegres. Dan untuk tanggal 29 September jalan Stadion Batakan sudah bisa digunakan, dan tidak ada masalah untuk PSSI dari sisi verifikasi.

"Surat balasan sudah disampaikan, Pertamina tidak mengizinkan Persiba Balikpapan main di Parikesit, karena segara menggunakan lapangan itu (Parikesit, red). Khawatiran kita pertama kita akan sowan dulu ke Pak Wali, kalau beliau mengizinkan, kita Sowan ke PSSI, artinya kita tidak ada jalan lagi mau bermain dimana? Semua agak susah," kata Irfan.

Lantaran ditanggal yang sama ada pertandingan juga di stadion Palaran untuk club-club zona Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Kemudian PBFC ditanggal yang sama bermain dengan Clun Liga I. "Kami hanya minta satu kali saja main lagi di Stadion Parikesit, surat balasan dari Pertamina sudah ada, kami ditolak," ungkapnya.

Satu-satunya harapan Persiba bermain di Stadion Batakan, tapi melihat kondisi stadion Batakan masih ada yang harus diperbaiki, pertama akses jalan masukunya. "Kalau masalah parkir, saya tidak khawatir, karena asumsi tim verifikator adalah kondisi sekarang kapasitas 40 ribu orang tidak mungkin bermain sepak bola disitu. Tapi kan kalau Persiba main penonton paling banter 10-15 ribu orang, tidak sampai 40 ribu," katanya.

Dengan kapasitas 10-15 ribu penonton, area parkir di Stadion Batakan cukup, hanya dibuatkan rekayasa lalu lintas. "Nanti dibahas khusus, tim takutnya pemain telat masuk ke stadion, kan pemain bisa berangkat lebih awal, kalau biasanya durasinya 2 jam, kasih 3 jam, kan dekat saja. Kalau Pak wali dan PSSI mengijinkan kami, ya kita main main di Stadion Batakan," ujarnya. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help