TribunKaltim/

Siapa Sangka, Pengusaha Dibalik Mega Korupsi e-KTP Senilai Rp 2 Triliun Hanya Tamatan SMP

perbuatan terdakwa juga memperkaya korporasi yakni Perusahaan Umum Percetakan Negeri Republik Indonesia

Siapa Sangka, Pengusaha Dibalik Mega Korupsi e-KTP Senilai Rp 2 Triliun Hanya Tamatan SMP
KOMPASIANA
Ilustrasi - Korupsi 

TRIBUNKALTIM.CO - Andi Narogong, pengusaha yang didakwa merugikan negara hingga triliunan rupiah ternyata hanyalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Latar belakang pendidikan Andi Narogong tersebut diketahui saat identitasnya dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca: 2 Mantan Menteri Jokowi Berpeluang Diusung Gerindra di Pilgub Jateng

"Pendidikan SMP," kata Jaksa Irene Putrie saat membacakan dakwaan Andi Narogong di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Andi Narogong didakwa bersama-sama dengan Irman, Sugiharto, Isnu Edhi Widjaya, Diah Anggraini, Setya Novanto, dan Drajat Wisnu Setiawan terkait pengaturan proses pengganggaran dan pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Irman saat itu adalah direktur jenderal Kependukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitmen di lingkungan Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Kependudukan dan Catatan sipil, Isnu Edhi Wijaya selaku ketua konsorsium Percetakan Negera RI.

Baca: Ternyata ini Pria yang Sering Disebut Papap oleh Dewi Sanca, Sssst Katanya Seorang Bupati?

Kemudian Diah Anggraini selaku sekretaris jenderal Kementerian dalam negeri, Setya Novanto selaku ketua fraksi Partai Golkar dan Drajat Wisnu Setiawan selaku ketua panita lelang barang dan jasa di lingkungan Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil.

Menurut Jaksa Irene, perbuatan terdakwa telah memperkara dirinya, Irman, Sugiharto, Gamawan Fauzi, Diah Anggaraini, Drajat Wisnu Setyawan bersama enam orang anggota panitia pengadaan, Husmi Fahmi bersama lima anggota tim teknis, Johannes Marliem dan beberapa anggota DPR RI 2009-2014.

Baca: Astaga, Guru ini Kirim Foto Porno ke Muridnya, ini 10 Fakta Mengejutkan Dibaliknya

Selain itu, lanjut Irene Putri, perbuatan terdakwa juga memperkaya korporasi yakni Perusahaan Umum Percetakan Negeri Republik Indonesia, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Artha Putra, PT Sucofindo dan manajemen bersama konsorsium PNRI. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help