TribunKaltim/

PBB Terapkan Sanksi Baru Pada Korut

Korut Bersumpah Tingkatkan Kemampuan Persenjataannya Untuk Menjawab Sanksi Baru PBB

Korea Utara bersumpah meningkatkan kemampuan persenjataannya sebagai jawaban atas sanksi jahat yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB sehari sebelumnya.

Korut Bersumpah Tingkatkan Kemampuan Persenjataannya Untuk Menjawab Sanksi Baru PBB
(REUTERS/KCNA)
Foto tanpa tanggal yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 3 September 2017, memperlihatkan pemimpin Korut Kim Jong Un (tengah) sedang melihat pipa logam di tempat yang tak diketahui. 

TRIBUNKALTIM.CO, SEOUL – Korea Utara, Rabu (13/9/2017), bersumpah untuk meningkatkan kemampuan senjata-senjatanya sebagai jawaban atas sanksi-sanksi “jahat” yang dijatuhkan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) hari sebelumnya.

Sanksi DK PBB telah diputuskan pada Senin (11/9/2017) dalam pertemuan yang secara khusus dilakukan untuk membahas uji nuklirdan rudal balistik terbaru Korut, seperti dilaporkan AFP.

“"Pengadopsian ‘resolusi atas sanksi-sanksi' ilegal dan jahat lainnya yang dipimpin Amerika menjadi peluang bagi DPRK (Korut, Red) untuk memverifikasi bahwa jalan uji coba yang dipilihnya adalah benar," kata Kemenlu Korut dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi, KCNA.

"DPRK akan melipatgandakan usahanya meningkatkan kekuatan demi melindungi kedaulatan dan hak negara," kata kementerian itu, yang menggunakan singkatan untuk nama resmi Korut.

Sanksi-sanksi terbaru termasuk larangan ekspor tekstil Korut dan pembatasan pengapalan produk minyak untuk menghukum Pyongyang karena telah melakukan uji coba nuklirnya yang keenam.

Resolusi yang dirancang AS itu disahkan dengan suara bulat pada Senin (11/9/2017), satu bulan setelah DK PBB memutuskan untuk melarang ekspor batubara, timbal, dan makanan laut ke Korut.

China dan Rusia, yang biasanya selalu memveto resolusi DK PBB, kali ini menyatakan berbaris bersama dengan AS dan naggota DK PBB lainnya untuk menggugurkan Korsel.

Saat itu, sanksi diberlakukan sebagai tanggapan atas peluncuran rudal balistik antarbenua yang tampaknya memiliki kemampuan untuk menjangkau semua wilayah di daratan AS.

Peluncuran itu kemudian diikuti oleh uji coba nuklir pada 3 September, yang oleh Korut disebut sebagai uji bom H (Hidrogen), bom terbesar sampai saat ini.

Menurut Pyongyang, bom H tersebut berdaya ledak setara 100 kiloton TNT. Korut berencana memasang bom H pada sebuah rudal-rudal kecil Pyongyang.

Halaman
12
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help