TribunKaltim/

Petugas Pemadam Kebakaran Belum Dilindungi Asuransi

Padahal, petugas pemadam kebakaran memiliki risiko yang sangat besar saat bertugas memadamkan api.

Petugas Pemadam Kebakaran Belum Dilindungi Asuransi
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Sejumlah petugas pemadam kebakaran berada di lokasi kebakaran di Jalan Tawakkal, Kecamatan Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN -  Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan, Abdul Karim mengungkapkan, hingga kini para petugas pemadam kebakaran di seluruh Kabupaten Nunukan belum dilindungi dengan asuransi kecelakaan kerja dan kematian.

Padahal, petugas pemadam kebakaran memiliki risiko yang sangat besar saat bertugas memadamkan api.

"Paling yang mereka punya baru BPJS kesehatan. Itupun dimandirikan, bayar sendiri. Gaji mereka yang segitu itu kita potong untuk bayar," ujarnya, Minggu (8/10/2017).

Hingga kini, belum ada payung hukum untuk menganggarkan asuransi kecelakaan kerja dan kematian untuk petugas pemadam kebakaran.

Selain itu diakui, kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas tentu juga menyulitkan dianggarkannya asuransi tersebut.

Meskipun begitu, Karim tetap berupaya agar biaya perlindungan asuransi untuk petugas pemadam kebakaran dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan.

Dia berharap ada aturan khusus bagi instansi yang dipimpinnya untuk memberikan asuransi kepada petugas pemadam kebakaran.

 “Saat ini banyak kasus kebakaran mulai dari kebakaran lahan hingga ke pemukiman penduduk.  Perlu antisipasi bagi tingginya risiko aparat pemadam. Usulan asuransi jiwa itu akan menjadi motivasi mereka. Saya rasa jumlahnya tidak menggelitik APBD,” ujarnya.

Untuk asuransi 396 petugas pemadam di seluruh Kabupaten Nunukan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 400 juta.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help