Home »

Opini

Istilah Jomblo Sudah Ada Sejak Tahun 1993, Sejarahnya Terungkap, Begini Ceritanya

Pada era itu, jomblo adalah suatu keadaan di mana kita masih belum pacaran, entah apa motivasinya.

Istilah Jomblo Sudah Ada Sejak Tahun 1993, Sejarahnya Terungkap, Begini Ceritanya
thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Kalian pasti sering banget pake istilah jomblo. Kata ini, emang udah terkenal abis. Tahun 2017, ada remake film Jomblo yang versi aslinya tayang pada 2006. Balik ke tahun 2001, Gigi merilis lagu berjudul jomblo.

Tapi sebenarnya, kapan sih istilah jomblo muncul?

Throwback ke tahun 1993, HAI punya rubrik "Opini Kita". Di rubrik ini pelajar boleh menuliskan pendapatnya akan apapun, dari musik hingga kejadian di sekolah.

Nah, pada edisi 18 Mei 1993, pelajar SMAN 3 Bandung bernama Widdi A menulis tentang istilah yang lagi ngetren di Kota Kembang: Jomblo.

Baca: Greget, Lihatlah Tunggangan Bocah Cilik Ini saat Banjir Melanda, Reaksi Orangtuanya Malah Begini

undefined
Artikel tentang jomblo di Bandung.

"Kata itu sebenarnya berasal dari bahasa Sunda yang berarti: dagang teu payu-payu (dagangtapi tidak laku-laku). Entah kenapa, dan oleh siapa, kata itu demikian populer sekarang. Terutama buat mereka yang belum berpacaran," tulisnya.

Pada era itu, jomblo adalah suatu keadaan di mana kita masih belum pacaran, entah apa motivasinya. Tapi, bukan berarti nggak laku lho.

"Banyak dari mereka yang merasa menjadi bebas setelah mendapat gelar tersebut. Mereka berpikiran sama terhadap semua cewek. Tidak ada yang istimewa, kata mereka," tambahnya.

Ternyata banyak juga efek yang ditimbulkan dari perkembangan perkembangan kejombloan itu. Mereka mulai mencari-cari identitas kejombloannya. Mulai dari tulisan sampai mencari lagu wajib yang bisa dipakai jambang kejombloan itu. Misalnya lagu Lonely Boy-nya Sex Pistols atau No Woman No Cry-nya Bob Marley. Dan masih banyak lagi.

Viralnya (zaman dulu udah ada istilah viral nggak ya?) istilah jomblo ini bikin para penyendiri tersebut bikin kelompok.  Mereka yang baru putus, atau memang nggak mau pacaran, atau karena memang tidak "laku", bergabung di sana.

Halaman
12
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help