TribunKaltim/

Soal Pemisahan BPR, Komisi II DPRD Tunggu Hasil Kajian Pemerintah.

Menurutnya, rencana pemisahan tersebut harus melalui kajian ekonomi dan hukum dengan melibatkan lembaga independen.

Soal Pemisahan BPR, Komisi II DPRD Tunggu Hasil Kajian Pemerintah.
TRIBUN KALTIM/UDIN DOHANG
Ubayya Bengawan, Ketua Komisi II DPRD Bontang

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - ‎Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubaya Bengawan berhati-hati menanggapi wacana pemisahan unit usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sejahtera Bontang, dari Perusda AUJ Bontang.

Menurutnya, gagasan Direktur BPR Sejahtara Bontang, Yudi Lesmana, tersebut, harus diuji melalui kajian yang komprehensif.

"Kita tunggu saja hasil kajian dari pemerintah. Kalau memang secara bisnis lebih baik, tentu teman-teman akan mendukung," ujar Ubaya Bengawan, saat dihubungi, Jumat (5/1/2018).

Baca: Kelabui Polisi, Sabu Dimasukan Dalam Bungkusan Bakso

Menurutnya, rencana pemisahan tersebut harus melalui kajian ekonomi dan hukum dengan melibatkan lembaga independen.

Nantinya hasil kajian tersebut akan jadi acuan DPRD, khususnya Komisi II yang membidangi urusan ekonomi untuk memutuskan sikap secara kelembagaan.

"Saya tidak bisa komentar jauh, tunggu saja hasil laporan dari Pemkot Bontang atas rencana ini," katanya.

Terkait kekhawatiran Direksi BPR, terkait persoalan di tubuh Perusda AUJ-induk perusahaan BPR, akan berdampak pada kepercayaan nasabah BPR, menurut Ubayya terlalu berlebihan.

Terbukti, hingga kini nasabah BPR terus tumbuh, padahal kasus dugaan penyalahgunaan modal pemerintah kepada Perusda AUJ tahun, sudah terjadi sejak tahun 2015.

Baca: Cuma Rewel dan Suka Menangis, Ternyata Sang Anak Divonis Menderita Difteri

"Saya kira tidak bisa dikaitkan karena secara bisnis, badan hukum Perusda AUJ dengan BPR itu beda. Namanya saja anak usaha, tapi seluruh kegiatan bisnis BPR dijalankan secara otonom," tutur Ubaya yang juga Ketua Partai Demokrat Bontang.

Penulis: Udin Dohang
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help