TribunKaltim/

Pilkada Tarakan

Ditolak KPU Tarakan, Santun Layangkan Gugatan ke DKPP dan Bawaslu RI

Mukhlis menyatakan, pihaknya saat ini sedang proses mengumpulkan berkas dokumen dan alat bukti untuk melakukan gugatan.

Ditolak KPU Tarakan, Santun Layangkan Gugatan ke DKPP dan Bawaslu RI
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Sabirin Sanyong (kanan) balon yang tidak diterima pendaftarannya oleh KPU Tarakan, karena terlambat 6 menit. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN -  Pasangan bakal calon (balon) Sabirin Sanyong-Tajuddin Tuwo (Santun) yang tidak diterima Komisi Pemilu (KPU) Kota Tarakan saat mendafttar maju di Pilkada Tarakan, dengan alasan
terlambat 6 menit akhirnya melayangkan gugatan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Terkait gugatan ini, kuasa hukum Santun, Mukhlis Ramlan membenarkan hal ini.

Mukhlis menyatakan, pihaknya saat ini sedang proses mengumpulkan berkas dokumen dan alat bukti untuk melakukan gugatan.

Untuk gugatan ini dilayangkan di dua tempat yakni DKPP dan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu) RI.

Mukhlis mengungkapkan, pihaknya melakukan gugatan ke DKPP untuk melaporkan komisioner KPU Tarakan yang telah melakukan tindak pidana pemilu.

Baca: 4 Paslon Pilkada Tarakan Lakukan Tes Urine, Begini Hasilnya

Baca: Terlambat 6 Menit, Pasangan Balon Santun Tidak Diterima KPU Tarakan

Pasalnya belum jam 12 malam, tiga orang komisoner tidak ada di Kantor KPU Tarakan.

“Seharusnya lima orang komisioner ini harus berada di tempat sampai jam 12 malam. Lah jam 22.30 Wita tiga orang komioner sudah pulang tentunya ini melakukan pelanggaran pemilu. Jadi kita minta kepada DKPP untuk memberikan sangsi kepada 5 komisioner ini dan menganti mereka serta melakukan evaluasi proses pendaftaran Pilkada Tarakan,” tegasnya, Jumat (12/1/2018).

Halaman
12
Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help