TribunKaltim/

Pasca Kebakakaran Pasar Induk Senaken, Pedagang Cari Lapak Masing-masing

Untuk memastikan lapak yang dipilihnya sudah ada yang punya, lantai lapak diberi cat semprot bertuliskan namanya

Pasca Kebakakaran Pasar Induk Senaken, Pedagang Cari Lapak Masing-masing
Tribun Kaltim/Sarassani
Pedagang korban kebakaran menandai lantai yang nantinya menjadi lokasi sementara dia berjualan di Pasar Induk Senaken, Jumat (12/1/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pasca musibah kebakaran yang menghanguskan 804 lapak/kios pedagang Pasar Induk Senaken, Tanah Grogot, Kamis (12/1/2018) malam, pedagang korban kebakaran masing-masing cari lapak/kios agar kembali bisa berjualan.

Seperti yang dilakukan Anis, pedagang sembako Pasar Induk Senaken.

"Kita sudah koordinasi dengan UPTD Pasar, minta tempat berjualan sementara dan pihak pasar menyuruh kita cari sendiri seperti dilakukan pedagang lainnya," kata Anis dengan wajah sedih.

Baca: KPK Kian Galak, Apakah Mahar dan Politik Uang Jadi Hilang? Ternyata Faktanya Amat Mencengangkan

Untuk memastikan lapak yang dipilihnya sudah ada yang punya, lantai lapak diberi cat semprot bertuliskan namanya di area yang semula menjadi lokasi parkir kendaraan roda dua. Akibat musibah kabakaran, Anis mengaku menderita kerugian ratusan juta rupiah.

"Sore (sebelum kebakaran) barang dagangan saya banyak yang masuk, sebelum magrib saya tutup toko. Nilai barang yang baru masuk itu saja ratusan juta, belum lagi nilai barang yang ada, semua tidak bisa diselamatkan," kata Anis.

Baca: Dewi Perssik Tampil Polos, Netizen Sebut Menggoda

Seperti diberitakan, Kamis (11/1/2018) malam, sekitar pukul 20.00 WITA, Pasar Induk Senaken diamuk si jago merah.

Muslimin yang pertama melihat titik api muncul di blok B, penyebab kebakaran diduga arus pendek listrik. Muslimin sempat meminta bantuan pemadaman, namun api sudah mulai membesar.

"Apinya lihat dimulai dari Blok B, tidak tahu juga, mungkin arus pendek listrik," kata Muslimin.

Halaman
12
Penulis: Sarassani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help