Bonceng Anak Wajib Pakai Helm, Sehari Polisi Bontang Tegur 100 Pengedara

Polantas Bontang memberikan terguran tertulis kepada pengendara yang masih memboncengkan anaknya tanpa helm.

Bonceng Anak Wajib Pakai Helm, Sehari Polisi Bontang Tegur 100 Pengedara
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Wabup Kasmidi Bulang bagikan helm anak di simpang pendidikan, kecamatan Sangatta Utara, Rabu (6/12/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Ini imbauan bagi pengendara sepeda motor yang membonceng anak sekolah. Terhitung mulai Jumat (23/2) kemarin, Polantas Bontang memberikan terguran tertulis kepada pengendara yang masih memboncengkan anaknya tanpa mengenakan alat pelindung helm.

"Hari ini (kemarin) masih kita tegur secara tertulis. Ada 100-an pengendara motor yang didapati membonceng anaknya tanpa helm," ujar Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasat Lantas Polres AKP Irawan Setyono saat menggelar operasi tegur kepada pengendara di sejumlah titik jalan protokol Kota Bontang, Jumat (23/2).

AKP Irawan mengatakan, operasi tegur tertulis ini akan dilakukan selama satu pekan. Para pengendara yang didapati membonceng anak sekolah tanpa mengenakan helm, ataupun membonceng lebih dua orang akan ditegur.

Baca: Tidak hanya Makan Sendok, Pisau, dan Paku, Jahrani Ternyata Pernah Lakukan Ini

Selama operasi ini pelanggar akan diberikan surat teguran. Mereka diminta berkomitmen tidak mengulangi perbuatannya, dibuktikan dengan menandatangani surat pernyataan tertulis.

"Operasi ini sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 291 ayat 2 jo pasal 106 ayat 8. Operasi rencananya akan dilakukan hingga Jumat (2/3) mendatang," katanya.

Dijelaskan, sebelum pelaksanaan operasi tegur ini pihaknya lebih dulu melakukan sosialisasi ke masyarakat. Polantas Polres Bontang sudah menyambangi beberapa instansi, termasuk sekolah dan kantor pelayanan umum. Tak hanya itu, sejumlah spanduk dan poster telah dipasang di sejumlah ruas jalan kota Bontang.

Selama pelaksanaan operasi ini, menyasar tujuh jenis pelanggaran di antaranya pengendara anak yang tak dilengkapi alat keamanan (Child Restrain), penggunaan helm berstandar SNI, safety belt, penggunaan ponsel selama berkendara, melanggar batas kecepatan, melawan arus dan berkendara dalam pengaruh alcohol maupun narkotika.

Baca: KLBF Meramu Bisnis Obat Biologis

"Sementara ini fokus kami ke pengendara yang membonceng anak sekolah, karena jumlahnya masih banyak," paparnya.

Setelah pelaksanaan operasi tegur tertulis ini berakhir pekan depan, petugas akan melakukan penindakan bagi pengendara yang didapati melanggar. Irawan berharap, sosialiasi sekaligus teguran yang dilakukan memberi efek positiif bagi pengendara se-Kota Bontang. Sehingga angka kecelakaan lalu lintas di jalanan dapat diminimalisir. (*)

Tags
helm
tilang
Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved