Jalan Rusak, Warga Apo Kayan Kesulitan Datangkan Barang Pokok

Medan yang sulit menjadikan waktu tempuh tidak normal, bisa memakan waktu hingga dua minggu perjalanan.

Jalan Rusak, Warga Apo Kayan Kesulitan Datangkan Barang Pokok
Dok Kecamatan Kayan Hilir
JEMBATAN RUSAK - Kendaraan dinas kecamatan saat akan melewati salah satu jembatan darurat yang rusak parah di Kecamatan Kayan Hilir. 

MALINAU, TRIBUN - Lelah dicecar pertanyaan soal pembangunan dan perbaikan jalan di Apo Kayan yang sejak tahun lalu hingga saat ini terputus, Kepala Adat Besar Apo Kayan, Ibau Ala menegaskan, tidak peduli dana itu dialihkan kepada bagian pemerintahan mana dan dibawah instansi apa.

Yang ia pedulikan, adalah bagaimana negara hadir membebaskan masyarakat Apo Kayan dari keterisolasian.

"Mau dimana-mana saya tidak terlalu memperdulikan itu. Apakah dana itu ada dibawah kewenangan kabupaten, atau ada dibawah kewenangan provinsi. Bahkan, kalau ada dibawah kewenangan pemerintah pusat terserah saja. Tapi yang penting, perbaiki jalur darat kami yang sudah rusak dan terputus sejak tahun lalu yang sampai sekarang belum ada solusinya," tegasnya.

Baca: Anggaran Rp 2 Miliar Dialihkan, Bagaimana Nasib Jalan Poros Kayan Hilir?

Baca: Kepala BNNP Kaltara Brigjend Erry Nursatari Puas Ikuti Gowes di Malinau

Segera diperbaiki, merupakan harapan besar dari Ibau. Sebab, saat ini masyarakat Apo Kayan sangat kesulitan untuk mendatangkan barang pokok.

Medan sulit, dipaparkan Ibau, menjadikan waktu tempuh menjadi tidak normal. Bahkan, dituturkan olehnya, perjalanan bisa memakan waktu hingga dua minggu perjalanan.

"Kalau sudah seperti itu maka harga-harga barang pokok di Apo Kayan akan sangat mahal. Panjangnya waktu perjalanan akan membuat membengkaknya biaya perjalanan. Biasanya, kalau jalan tidak putus beberapa tahun lalu, pengendara hanya memerlukan waktu 18 jam untuk sampai ke Mahulu. Tapi, sekarang bisa dua minggu kalau cuaca tidak bagus," tuturnya. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help