Bareng Tiga Rekannya Bawa Sabu 1,1 Kg Pesanan Napi Lapas Makassar, Seorang Mahasiswa Ditangkap

“Empat orang ini merupakan kurir yang bertujuan mengantar barang ke narapidana di Lapas Makassar,” katanya.

Bareng Tiga Rekannya Bawa Sabu 1,1 Kg Pesanan Napi Lapas Makassar, Seorang Mahasiswa Ditangkap
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Muhammad Rafly Rinaldy alias Rafly bin Helmi (24) dan Ruslan bin Bahar (32). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan mengamankan seorang mahasiswa, Muhammad Rafly Rinaldy alias Rafly bin Helmi (24) dan buruh harian lepas, Ruslan bin Bahar (32) .

Rafli yang merupakan warga Jalan Barana, Makassar, Sulawesi Selatan dan Ruslan, warga Jalan Balana II, Nomor 16,  RT 007, RW 003, Kelurahan Barana,  Makassar, Sulawesi Selatan diamankan di Hotel Harmoni, Tarakan, Sabtu (5/5/2018) lalu.

"Kami amankan sebelum sempat berangkat ke Makassar menggunakan KM Lambelu. Ini aksi ketiga mereka," ujar AKP M Hasan Setyabudi, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan, Rabu (9/5/2018).

Penangkapan keduanya merupakan pengembangan atas penangkapan AH dan ML. Keduanya diamankan pada Rabu (2/5/2018) lalu saat membawa narkotika golongan I jenis sabu seberat 1,1 kilogram di Pelabuhan Sungai Pancang, Pulau Sebatik.

Baca juga:

Jose Mourinho Akhirnya Putuskan Lepas Anthony Martial dan Merelakannya Menyeberang ke Italia

Evan Dimas dan Ilham Udin Berpeluang Kembali ke Bhayangkara FC, Ada Apa dengan Selangor FA?

Bobol Rumah Kerabat, Begini Nasib Sidik Sekarang . . .

Nilai Dolar Tembus Rp 14.000, Petinggi Kadin: Menyenangkan Buat Eksportir, Pahit Buat Importir

“Empat  orang ini merupakan kurir yang bertujuan mengantar barang ke narapidana di Lapas Makassar,” katanya.

Dari penyidikan yang dilakukan Polisi, diketahui sabu tersebut dipesan Bro dan Aldo, dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Bolangi Makassar.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan di Sungai Pancang untuk mengungkap jaringan ini, yang memainkan peran atas pengiriman dan pemesanan barang tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Kami menduga ada jumlah besar yang akan diloloskan," ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help