Bagaimana Hukum Ziarah Kubur dalam Ajaran Islam? Ini Pendapat MUI Balikpapan

Sambut Ramadhan, banyak warga Balikpapan berbondong-bondong melakukan ziarah kubur.

Bagaimana Hukum Ziarah Kubur dalam Ajaran Islam? Ini Pendapat MUI Balikpapan
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Penjual bunga ziarah di pemakaman umum, kuburan Muslimin BDS Balikpapan Selatan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Siti Zubaidah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sambut Ramadhan, banyak warga Balikpapan berbondong-bondong melakukan ziarah kubur.

Hal itu terlihat dari beberapa titik kuburan muslim yang dipadati peziarah dan pedagang kembang.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan HM Zailani, ziarah kubur itu diperbolehkan dalam ajaran agama Islam.

Untuk terkait ziarah kubur itu banyak pendapat, yang penting ziarah kubur itu mengingat kematian.

Baca: Nambang di Kawasan Tahura, 12 Orang Diamankan Gakum LHK

"Diajaran Islam itu membolehkan untuk melalukan ziarah kubur. Tujuannya untuk mengingat bahwa kematian itu akan terjadi kepada kita. Bukan datang ke kuburan itu berbeda, dan meminta sesuatu kepada kuburannya," kata Zailani.

Ziarah kubur itu kapan saja boleh dilakukan.

Mengingat mendekati Ramadhan kemarin banyak warga yamg ziarah kubur itu sebagai budaya di Indonesia.

Baca: Ke Kutai Lama, Cawagub Ini Ziarah Kubur Ulama yang Syiarkan Islam Lanjut Silaturahmi dengan Warga

"Banyak warga Balikpapan menjelang Ramadhan hingga lebaran yang ke makam. Itu semacam budaya masyarakat kita di Indonesia, melakukan seperti itu. Yang jangan penting berdoa di kuburan," katanya.

Ziarah kubur itu sebagai intropeksi diri, bahwa suatu saat semua pasti akan seperti ini juga. Mendoakan yang telah meninggal.

Baca: Ingin Sehat Selama Ramadan? Hindari Berbuka Puasa dengan 7 Hidangan Ini!

"Dan ziarah kubur itu boleh, berdoa itu dimana saja boleh, kalau di kuburan itu tidak boleh. Banyak pendapat, dan harus melihat referensi yang lebih luas," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help