Idul Fitri 2018

DLH imbau Hari Pertama dan Kedua Lebaran Warga Tarakan Jangan Membuang Sampah

Himbauan DLH Kota Tarakan ini telah disebarkan melalui media sosial (medsos) mulai dari WhatsApp (WA), Facebook (FB) dan Instragram.

DLH imbau Hari Pertama dan Kedua Lebaran Warga Tarakan Jangan Membuang Sampah
Tribun Kaltim/Junisah
Warga sedang membuang sampah di transfer depo, Rabu (13/6/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Guna menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing selama lebaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan menghimbau kepada masyarakat Kota Tarakan untuk tidak membuang sampah di hari pertama dan hari kedua lebaran.

Pasalnya di hari lebaran tersebut, sebagian petugas kebersihan DLH Kota Tarakan yang muslim ikut merayakan lebaran bersama keluarganya.

Oleh karena itu disarankan untuk membuang sampah di H-1 menjelang lebaran dan hari ketiga lebaran.    

Baca: TPS Kabo Dianggap Terlalu Jauh, DLH Kutim Cari Pembuangan Sementara Alternatif

Himbauan DLH Kota Tarakan ini telah disebarkan melalui media sosial (medsos) mulai dari WhatsApp (WA), Facebook (FB) dan Instragram.

Hampir di semua grup WA masyarakat Kota Tarakan telah disebarkan agar himbauan ini dapat ditaati masyarakat Kota Tarakan.  

“Kami sebar di medsos agar himbauan ini dapat diketahui dan ditaati. Jadi kami himbau di hari pertama dan kedua lebaran, sampahnya lebih baik taruh saja dulu di dalam rumah. Nanti di hari ketiga lebaran baru sampahnya diletakkan atau digantung di depan rumah,” ucap Kepala DLH Kota Tarakan, Budi Setiawan, Rabu (13/6/2018).

Baca: Idul Fitri, Paslon dan Tim Sukses Dilarang Berkampanye

Budi mengatakan, pihaknya khawati apabila di hari pertama dan kedua lebaran sampah tersebut diletakkan di depan rumah atau digantung, sampahnya tersebut belum diangkut oleh petugas dari RT atau kelurahan ke transfer depo.

“Kalau sampah itu belum diangkut, dan masih digantung di depan rumah, nanti kesannya terlihat kurang bersih lingkungannya. Oleh karena itu kami sarankan sampahnya di dalam rumah dulu disimpan, nanti di hari ketiga lebaran baru diletakkan di depan rumah,” ujarnya.

Baca: Ada Pedagang yang Jual Ayam di Atas Rp 45 Ribu per Kilogram, Segera Laporkan

Bagaimana  kalau ada sampah yang harus segera dibuang di hari pertama atau hari kedua lebaran?

“Kalau memang ada sampah yang harus dibuang yah tidak apa-apa. Sebab nanti ada petugas kita juga yang di hari pertama dan kedua lebaran bertugas. Mereka yang bertugas di hari pertama dan kedua lebaran kita hitung lembur,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data DLH Kota Tarakan, volume sampah di hari Ramadan dibandingkan hari biasanya mencapai peningkatan antara 10 persen hingga 12 persen. Hari biasanya volume sampah mencapai 100 ton. Selama Ramadan volume sampah mencapai 120 ton.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help