Sedang Puasa Syawal, Lalu Ditawari Makan saat Silaturahmi, Bolehkah Dibatalkan? Ini Hukumnya

Setelah merayakan Idulfitri umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa syawal.

Sedang Puasa Syawal, Lalu Ditawari Makan saat Silaturahmi, Bolehkah Dibatalkan? Ini Hukumnya
BersamaDakwah
Ilustrasi - Puasa Syawal 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah merayakan Idulfitri umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa syawal.

Puasa syawal merupakan puasa sunah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal.

Idealnya puasa sunah Syawal enam hari itu dilakukan persis setelah Idulfitri, yakni pada 2-7 Syawal.

Selain menjalankan ibadah sunah tersebut, umat muslim juga diperintahkan untuk saling bersilaturahmi.

Silaturahmi bisa dilakukan dengan mengunjungi rumah saudara, tetangga, relasi kerja dan orang-orang sepergaulannya.

Saat menjalani dua ibadah tersebut, terkadang umat muslim memiliki kendala tersendiri.

Baca Juga:

Mana yang Dilaksanakan Lebih Dulu, Puasa Ganti atau Puasa Syawal? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Kapan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Bisa Dilakukan? Berikut Waktu, Niat dan Tata Caranya

Misal saat bertamu ke rumah tetangga, justru ditawari makanan dan minuman oleh tuan rumah.

Lalu sebaiknya bagaimana sikap ideal yang terbaik untuk diambil, tetap berpuasa atau membatalkannya? 

Dilansir NU Online dalam kondisi seperti ini dapat mencontoh sikap yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu ketika ada sebagian sahabat yang bersikukuh puasa sunnah di tengah jamuan makanan ia bersabda:

يَتَكَلَّفُ لَكَ أَخُوكَ الْمُسْلِمُ وَتَقُولُ إنِّي صَائِمٌ، أَفْطِرْ ثُمَّ اقْضِ يَوْمًا مَكَانَهُ. (الدَّارَقُطْنِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ

Halaman
12
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved