14 Tahun Telat Mudik, Personel SAR Ini Beber Catatan Operasi SAR Khusus 2018

Ini belum ditambah sinergi antar lembaga yang tahun ini berbanding dalam posko bersama.

TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Personel SAR gabungan menyisir parit yang bermuara ke pantai Balikpapan secara manual dan menggunakan dua unit perahu karet, guna menemukan keberadaan Joni Falar (17) siswa SMK Setia Budi, Balikapapan yang dikabarkan jatuh dari motor dan hilang terseret banjir subuh tadi di simpang tiga gunung malang, Balikpapan, Kamis (21/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim.co Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Operasi siaga SAR Khusus lebaran 2018, Badan Pencatatan dan Pertolongan Kelas A Balikpapan resmi berakhir, Minggu (24/6/2018) lalu.

Operasi di wilayah kerja Kaltim dan Kaltara ini ditutup beberapa catatan.

Secara umum, dipaparkan Kepala Kantor Badan Pencatatan dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Gusti Anwar Mulyadi, melalui Kasie Ops, Octavianto, 68 personelnya dibantu unsur SAR lainnya bekerja profesional dan sigap sesuai dengan rencana operasi yang dibuat dan disetujui pusat awal tahun lalu.

"Kita laksanakan semua di pos, sesuai dengan rencana operasi yang kita buat," ujar Octavianto dihubungi Rabu (27/6/2018) sore.

Baca juga:

Menang Versi Quick Count, Isran Noor Agendakan Angkut Sapi ke Lumbung Suara Tertinggi

Lawannya Unggul Hitung Cepat, Paslon Nomor Urut 4 Belum Akan Memberikan Ucapan Selamat

Unggul di Quick Count Pilgub Jawa Barat; Ini Profil hingga Program Kerja Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul

Kehadiran Tol Diprediksi Gerus Omzet Usaha Kuliner, Pengusaha ini Berencana Bangun Wahana Eko-Wisata

Selain itu, ia bersyukur, kondisi membahayakan jiwa manusia yang ditangani di musim lebaran tahun ini, khususnya di kalangan darat berkurang drastis, dari 16 kejadian menjadi 3 kejadian saja.

Kesemuanya di jalan poros Samarinda-Balikapapan, dan tak ada korban jiwa.

Lanjut dia, pengurangan jumlah ini, mencerminkan beberapa indikator internal dan eksternal.

Di eksternal dia melihat, masyarakat makin mengerti soal keselamatan, dan mengenal badan yang ia pimpin, sehingga ketika ada kejadian, bisa langsung melaporkan dan cepat ditangani.

Termasuk dukungan media yang menurutnya banyak membantu informasi, baik keberadaan posko, dan kejadian, sehingga cepat diverifikasi kebenaranya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved