DBD Teror Warga Bontang, Selama Semester Terjadi 78 Kasus

Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali teror warga Kota Bontang.Selama satu semester tercatat 78 kasus

DBD Teror Warga Bontang, Selama Semester Terjadi 78 Kasus
drpd surabaya
Awas Demam Berdarah 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali teror warga Kota Bontang. Data Dinas Kesehatan dan KB, periode semester pertama tahun ini total penderita DBD mencapai 78 kasus.

Dari total jumlah tersebut, diketahui satu orang warga Kelurahan Loktuan dinyatakan meninggal dunia pada Mei lalu akibat penyakit ini. "Akhir Juni ini kasusnya telah mencapai 103," ujar Plt Dinkes & KB Kota Bontang, dr Bahauddin, Selasa (3/7).

Dijelaskan, intensitas hujan di Bontang yang tinggi memicu pertumbuhan nyamuk Aedes Agypti. Untuk itu pihaknya terus mengimbau warga untuk memperhatikan lingkungan bebas dari sarang-sarang nyamuk demam berdarah ini.

Baca: Anggotanya Diduga Kabur Bawa Lari Uang Jamaah, Begini Sikap Komisaris PT ATM

Menurut dia, Bontang menjadi kota endemis demam berdarah. Jumlah ini bisa alami pertumbuhan karena siklus perkembang biakan nyamuk ini tercatat per triwulan dalam setahun. Biasanya puncak terjadi demam berdarah terjadi menjelang akhir tahun saat curah hujan meningkat.

"Kami juga sudah bentuk satgas anti jentik. Namun pelaksanaannya belum maksimal," ujarnya

Data Dinkes & KB, jumlah terbanyak berada di Bontang Selatan dengan total 52 penderita. Rinciannya yakni Kelurahan Berbas Tengah 15 kasus, Kelurahan Tanjung Laut 12 kasus, Kelurahan Tanjung Laut Indah 11 kasus, Kelurahan Berbas Pantai 10 kasus, serta Kelurahan Satimpo dan Bontang Lestari masing-masing 2 kasus.

Baca: Wanita Topless Membajak Buldoser, Begini Penjelasannya!

Sedangkan Kecamatan Bontang Utara dari Januari hingga Juli berjumlah 21 kasus. Penderita DBD terbanyak berada di Kelurahan Api-Api yakni 10 kasus. Posisi kedua dipegang oleh Kelurahan Loktuan dengan 6 penderita serta satu orang meninggal. Ketiga, yakni Kelurahan Gunung Elai dengan total 2 penderita.

Sementara Kelurahan Bontang Kuala, Bontang Baru, dan Guntung masing-masing memiliki 1 kasus. Sedangkan kecamatan Bontang Barat merupakan kecamatan yang sedikit berkembang-biaknya wabah DBD dengan total 4 penderita.

Baca: PPDB Online SMA/SMK Bermasalah, Ketua PGRI Kaltim Minta Disdik Bersikap Tegas

Sejauh ini pihaknya rutin melakukan pemantauan terhadap penyakit DBD ini. Pemantauan tersebut dibarengi dengan langkah pengendalian, yakni menekankan kepada masyarakat berkaitan dengan penghilangan jentik nyamuk Aedes aegypti dan tempat perindukannya secara intensif seminggu sekali.

"Bontang merupakan daerah endermis DBD, jadi selalu ada kasus DBD. Upaya kita berkaitan hal tersebut. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved