Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera Prediksi PKB Akan Bergabung Dukung Prabowo

Koalisi penantang itu berpotensi mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera Prediksi PKB Akan Bergabung Dukung Prabowo
TRIBUN/HO
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Mardani Ali Sera memprediksi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) akan bergabung dengan koalisi yang dibentuk oleh Partai Gerindra, PKS, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Koalisi penantang itu berpotensi mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Mardani menilai, PKB mampu memanfaatkan posisi tawar yang dimiliki sehingga kemungkinan PKB mengubah haluan dari koalisi partai pendukung Presiden Joko Widodo tetap ada.

Seperti diketahui, ulama pesantren se-Jawa Timur sepakat mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon wakil presiden.

Baca: Jokowi Ungkap Ada 5 Nama Kandidat Cawapres, Siapa Saja? Sabar Dulu. . .

Kesepakatan itu merupakan hasil "investigasi politik" para ulama Jawa Timur menjelang Pilpres 2019.

Sementara, analis politik Exposit Strategic, Arif Susanto menilai, posisi PKB yang strategis dan memiliki pengaruh politik berupa dukungan warga Nahdliyin (NU).

"Menurut kami semua masih ada kemungkinan dan PKB cerdas dengan daya tawar yang ada. Beliau (Cak Imin) punya posisi khas karena itu setiap partai harus dihargai," ujar Mardani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Di sisi lain, kata Mardani, kemungkinan bergabungnya PKB juga dapat dilihat dari kontetasi pada Pilkada Jawa Tengah 2018.

Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS dan PKB memperoleh suara yang cukup signifikan.

Baca: Mantap Dukung Jadi Presiden 2 Periode, Golkar Tak Masalah Bila Jokowi Pilih Cawapres Non Partai

Meski demikian, pasangan tersebut kalah dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help