Usai Pilkada Jumlah Perekaman e-KTP di PPU Menurun Drastis

Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat, jumlah warga yang melakukan perekaman KTP Elektronik (KTP-el) pasca Pilkada lalu mengalami penurunan

Penulis: Samir | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Samir
Salah seorang warga sedang dilayani di kantor Disdukcapil PPU 

TRIBUNKALTIM.CO - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat, jumlah warga yang melakukan perekaman KTP Elektronik (KTP-el) pasca Pilkada lalu mengalami penurunan secara drastis.

Bila sebelum pilkada setiap hari mencapai 200 orang kini turun menjadi 50 orang/hari.

Sekretaris Disdukcapil PPU, Mawar, Kamis (30/8/2018) menjelaskan, sebelum Pilkada lalu jumlah warga yang melakukan perekaman bisa mencapai 200 orang/hari bahkan pernah lebih.

Selain karena warga ingin memberikan hak suara namun juga karena sebagian besar siswa SMA sudah berumur 17 tahun dan mereka sudah bisa melakukan perekaman.

Baca: DPRD Berau Sahkan 3 Perda Sekaligus, Ini Catatan Penting untuk Pemkab

Namun setelah Pilkada ini katanya, jumlahnya mulai berkurang karena hanya sekitar 50 orang/hari yang melakukan perekaman.

Mawar mengaku adanya penurunan jumlah perekaman ini, karena sebelum pilkada pihaknya gencar melakukan perekaman di kelurahan/ dan desa termasuk di Sepaku dan Babulu.

"Jadi waktu melakukan perekaman di desa/kelurahan banyak warga yang memanfaatkan itu. Makanya sekarang jumlah turun," ujarnya.

Baca: P2TP2A Balikpapan Monitoring Kasus Gadis Asal Samarinda yang Ditemukan di Terminal Batu Ampar

Ia mengatakan, untuk saat ini pencetakan KTP el yang banyak dilakukan karena bisa sampai ratusan keping setiap hari.

Namun untuk pencetakan ini kendala utama yang sering dihadapi adalah persoalan jaringan internet yang sering gangguan, sehingga tidak bisa terkoneksi dengan server pusat.

Padahal untuk mencetak KTP el, jaringan harus stabil dan normal. Ia mengaku, tidak setiap minggu jaringan internet mengalami gangguan, namun bila terjadi gangguan hampir setiap hari.

Mawar menjelaskan, untuk pencetakan KTP el tidak menjadi masalah terkait dengan blanko karena sampai sekarang blanko yang tersedia masih mencapai 2.000 keping.

Ia mengatakan, banyaknya KTP el yang dicetak karena sebelumnya perekaman yang dilakukan di desa/kelurahan mulai dilakukan pencetakan, karena saat itu hanya bisa perekaman.

Baca: Kecamatan Balikpapan Tengah Usulkan 24 Ribu Sambungan Jargas

"Jadi karena belum tersambung jaringan saat di desa/kelurahan sehingga hanya melakukan perekaman. Data mereka kami bawa ke kantor untuk selanjutnya dimasukkan di data base dan KTP el mereka kami cetak," jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved