Fasilitas Pulau Kakaban Rusak Parah Diterjang Puting Beliung

Selain itu, di dalam danau juga ada jutaan ubur-ubur tanpa sengat yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung.

Fasilitas Pulau Kakaban Rusak Parah Diterjang Puting Beliung
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
SEMENTARA DITUTUP - Kondisi Pulau Kakaban yang porak poranda akibat diterjang angin kencang. Untuk sementara waktu, Pulau Kakaban akan ditutup untuk wisatawan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Puting beliung memporak-porandakan pulau Kakaban, Minggu (2/9). Akibatnya sejumlah fasilitas di pulau wisata ini mengalami kerusakan parah. Jogging track mulai dari gerbang masuk hingga menuju danau purbakala juga rusak.

Demikian pula dengan sejumah titik rest area. Sejumlah pohon yang berusia ratusan tahun juga ikut tumbang akibat diterpa angin kencang.

Bahkan sejumlah pohon besar juga menimpa gazebo hingga rusak parah. Beruntung, Pulau Kakaban tidak berpenghuni sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Dan kejadiannya tadi malam, sehingga tidak ada wisatawan yang berkunjung ke sana," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Mappasikra Mappaseleng, Senin (3/9).

Akibat peristiwa ini, objek wisata Pulau Kakaban rencananya akan ditutup sekitar satu bulan, untuk perbaikan segala fasilitas yang rusak. "Kami sedang melihat kondisi cuaca, apakah memungkinkan ke sana (Pulau Kakaban) atau tidak, untuk melihat langsung kondisi kerusakannya," katanya lagi.

Disbudpar Berau, kata Mappasikra, telah melapor ke Bupati Berau tentang kerusakan objek wisata purbakala ini.
"Perlu koordinasi untuk penanganan kerusakannya, karena pulau ini kan ada biota laut yang masuk kategori dilindungi," jelasnya.

Selain itu, peninjauan ini juga sekaligus menganalisa kondisi pepohonan yang ada di sana, khususnya pohon-pohon yang sudah rapuh dan memang harus ditebang, terutama yang ada di lintasan wisatawan, untuk mengantisipasi pohon yang rebah saat ada kunjungan wisata.

Pulau Kakaban yang terletak Kecamatan Pulau Derawan ini merupakan pulau yang unik dan hanya ada dua pulau yang sejenis di dunia, salah satunya di Mikronesia. Di pulau ini terdapat danau air payau raksasa di tengah laut.

Danau ini terbentuk akibat rembesan air laut melalui pori-pori tanah dan tadahan hujan

Selain itu, di dalam danau juga ada jutaan ubur-ubur tanpa sengat yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Ubur-ubur ini menjadi endemik setelah jutaan tahun terperangkap di dalam danau.

Tanpa predator alami, ubur-ubur ini berevolusi menjadi ubur-ubur tanpa kemampuan pertahanan diri, hingga kini jutaan ubur-ubur hidup tanpa sengat dan sangat aman bagi wisawatan.

Dalam kesempatan ini, Mappasikra juga mengimbau wisatawan yang akan melakukan perjalanan wisata ke sejumlah pulau untuk memperhatikan dan memperbaharui laporan cuaca demi keselamatan. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved