Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga di Kaltim Lampaui Rata-rata Nasional, Berikut Rinciannya

Kepala OJK Kaltim, Dwi Ariyanto menuturkan, total DPK Kaltim hingga Oktober 2018 sebesar Rp 98,82 triliun.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga di Kaltim Lampaui Rata-rata Nasional, Berikut Rinciannya
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Dwi Ariyanto 
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga di Kaltim Lampaui Rata-rata Nasional, Berikut Rinciannya
Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kaltim sepanjang 2018, cukup menggembirakan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, hingga Oktober 2018, DPK di Bumi Etam (sebutan Kaltim) mengalami pertumbuhan 12,35 persen.
Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang hanya sebesar 7,6 persen (year on year).
Kepala OJK Kaltim, Dwi Ariyanto menuturkan, total DPK Kaltim hingga Oktober 2018 sebesar Rp 98,82 triliun.
Rinciannya, simpanan dalam bentuk tabungan tumbuh sebesar 15,4 persen.
Sedangkan nasional, hanya tumbuh 10,13 persen (yoy).
 
Kepala OJK Kaltim Dwi Ariyanto memaparkan mengenai digital banking
Kepala OJK Kaltim Dwi Ariyanto memaparkan mengenai digital banking (TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
"Kemudian Giro, pertumbuhannya 12,48 persen, lebih besar dibanding nasional yang hanya tumbuh 9,87 persen. Sedangkan deposito, tumbuh sebesar 8,22 persen, sementara nasional hanya tumbuh 4,69 persen," ungkap Dwi, Sabtu (12/1/2019).
Dilihat dari komposisi jenis DPK, tabungan memegang porsi tertinggi, yakni Rp 45,62 triliun, atau 46,17 persen, dari total DPK.
Kemudian disusul deposito sebesar Rp 32,18 triliun, atau 32,57 persen dari total DPK.
"Selanjutnya ada giro.sebesar Rp 21 triliun, atau 21,26 persen dari total DPK," kata Dwi.
 
 
Jika dilihat dari komposisi pemilik, DPK perorangan juga masih mendominasi,  yakni sebesar Rp 67,96 triliun, atau 68,77 persen.
Kemudian ada DPK swasta non Lembaga Keuangan (LK) sebesar 17,46 triliun atau 17,67 persen. Ada pula DPK pemerintah sebesar Rp 12,65 triliun atau sebesar 12,81 persen. 
"Sedangkan DPK swasta lembaga keuangan non bank (LKNB) sebesar Rp 715,68 miliar, atau 0,72 persen. Dan terakhir, adalah DPK lain-lain sebesar Rp 23 miliar," sebut Dwi.
 
 
Selain DPK, premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 1,03 triliun atau tumbuh 23,12 persen.
Sedangkan premi asuransi umum tercatat sebesar Rp 358 miliar, tumbuh sebesar 90,34 persen.
Sedangkan di pasar modal, jumlah investor di Kaltim dan Kaltara mencapai 20.689 Single Investor Identification (SID).
Tumbuh sebesar 42,13 persen SID dengan nilai transaksi mencapai Rp 448,31 miliar.
"Sejumlah indikator ini, menunjukkan stabilitas sektor jasa keuangan yang berkantor pusat di Kaltim, masih terjaga dengan baik," tutur Dwi.
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved