Gegara Isu Miring, Jokowi Sebut Ada Propaganda dari Konsultan Asing

"Yang dipakai konsultannya, konsultan asing!," terang dia menegaskan kembali.

Gegara Isu Miring, Jokowi Sebut Ada Propaganda dari Konsultan Asing
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Capres nomor urut 01 Jokowi memberikan arahan saat Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel untuk Jokowi di De Tjolomadoe Convention Hall, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019). 

Gegara Isu Miring, Jokowi Sebut Ada Propaganda dari Konsultan Asing

TRIBUNKALTIM.CO - Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada sejumlah isu miring yang dialamatkan kepada dirinya merupakan model teori propaganda ala konsultan asing. 

Menurut capres yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin itu, sejumlah isu yang menyasar dirinya di antaranya terkait tuduhan 'Jokowi antek asing', 'Jokowi PKI' hingga 'Jokowi anti ulama dan Islam'.

"Antek asing enggak mempan, timbul Jokowi PKI, loginya kan enggak masuk, saya lahir 1961, PKI dibubarkan 1965/1966 saat umur saya 4 tahun, apa ada balita PKI," katanya disambut meriah ribuan pendukungnya saat Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel untuk Jokowi di De Tjolomadoe Convention Hall, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019).

"Terus ganti lagi anti ulama, anti islam, loh...loh..loh," aku dia tertegun saat acara yang juga dihadiri sejumlah tokoh nasional.

"Yang keluar masuk pondok pesantren setiap minggu siapa? Yang tanda tangan Perpres Hari Santri siapa? Sekarang wakil saya siapa?" lanjutnya.

Soal Pembatalan Caleg, Kasdi Bakal Tunjukan 14 Bukti Dirinya Telah Pensiun dari PNS

SEDANG TAYANG - Live Streaming PSM Makassar vs Kalteng Putra di Piala Indonesia

Mitos-mitos Salah Tentang Makan Sebelum Berolahraga

Jokowi yang saat ini menjadi Presiden RI itu melanjutkan, jika diungkapkan sehari semalam, isu-isu yang menerpa dirinya tidak akan rampung dibicarakan.

"Waktu tinggal dua bulan lagi, kita bekerja menyampaikan hal-hal yang benar," jelasnya.

"Sampaikan kepada teman-teman dan handai taulan, jangan dibalik-balik," terang dia menegaskan.

Pasalnya, lanjut dia, isu-isu yang tidak benar karena dibolak-balik tersebut seperti teori propaganda ala Rusia yakni dengan menyemburkan dusta, kebohongan hingga hoaks sebanyak-banyaknya sehingga membuat masyarakat menjadi ragu.

"Memang teorinya seperti itu, yang dipakai konsultan asing," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved