Sarwono Kusumaatmadja Sambangi TPA Manggar, Membahas Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah

Sarwono Kusumaatmadja Sambangi TPA Manggar, Membahas Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah

Sarwono Kusumaatmadja Sambangi TPA Manggar, Membahas Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah
TRIBUN KALTIM / RACHMAD SUJONO
Kunjungan mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Sarwono Kusumaatmadja ke TPA Manggar Balikpapan didampingi oleh kepala UPTD TPA Manggar, Tonny Hartono, Minggu (10/2/2019). 

Sarwono Kusumaatmadja Sambangi TPA Manggar, Membahas Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komisaris Utama PT Energy Management Indonesia (EMI), mantan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, sekaligus mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Sarwono Kusumaatmadja, berkunjung ke sejumlah tempat di Balikpapan pada Minggu (10/2/2019).

Beliau hadir di Balikpapan untuk menerima penghargaan dari pemerintah kota Balikpapan atas peran sertanya dalam penyusunan rencana strategis pengelola terpadu untuk Teluk Balikpapan.
Sarwono, menyambangi beberapa titik, antara lain Kebun Raya Balikpapan, Hutan Mangrove, termasuk UPTD TPA Manggar.

Tonny Hartono, Kepala UPTD TPA Manggar, yang mendampingi Sarwono, mengutarakan, pria 74 tahun tersebut ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan lingkungan hidup di kota Balikpapan. "Beliau ingin meninjau, karena memang beliau sendiri cukup interest dan kagum dengan pengolahan dan pengelolaan lingkungan hidup di Balikpapan," ungkap Tonny pada Tribun Kaltim.

Tonny melanjutkan, Sarwono juga memberi saran untuk proses pengolahan sampah di Balikpapan, mengingat Indonesia saat ini secara umum sudah mengarah ke energi terbarukan. "Jadi ibaratnya sampah bernilai ekonomis, bisa kita ubah menjadi energi listrik," jelasnya.

Baca: 5.000 Mie Singkong Catat Rekor Dunia pada Perayaan HUT ke-122 Pemkot Balikpapan

Baca: Gedung Kesenian Balikpapan Jauh dari Isi Dompet, Seniman Balikpapan Beri Kado Kritik untuk Pemkot

Dia melanjutkan, teknologi yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut adalah Waste to Energy (WTE), proses menghasilkan energi dalam bentuk listrik atau panas dari pengolahan limbah utama, atau pengolahan limbah menjadi sumber bahan bakar. 

"Memang sistem burning atau bakar cukup mahal. Perhitungan kita, tonase yang diproses insinerator itu Rp 500 ribu per ton. Artinya jika Balikpapan ini sampahnya 400 ton sehari, jika dibakar, maka kalikan saja dengan Rp 500 ribu," imbuhnya.

Investasi yang cukup mahal memang, jika dihitung-hitung. Akan tetapi, menurut Tonny akan bisa tercover jika pihak TPA menjual listrik kepada PLN. Tonny menambahkan, sistem yang ada di Indonesia saat ini adalah sistem landfill, yang jika di luar negeri, sistem semacam ini sudah ketinggalan zaman. "Mereka sudah beralih ke WTE karena bisa burning, bio digester. Ada juga teknologi yang bisa membuat briket seperti batu bara," tuturnya.

Hingga saat ini, UPTD TPA Manggar sendiri telah menghasilkan sejumlah produk unggulan, yaitu kompos dan gas metan. Gas metan dari hasil pengolahan sampah bisa dimanfaatkan oleh sebagian warga masyarakat yang ada di sekitar TPA Manggar. Selain itu, juga terdapat zona baru, yang jika dimaksimalkan bisa digunakan untuk pemanfaatan gas metan, dan bisa disalurkan kepada warga setempat.

Dalam kunjungannya, Sarwono juga meninjau area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang merupakan proyek penampungan dan pengelolaan limbah yang tengah dikerjakan oleh Kementerian PUPR. (*)

Baca: 150 Anak se-Balikpapan Ikuti Lomba Tahfidz Quran Expo LPIT Nurul Fikri Balikpapan

Baca: Pertamina MOR VI Kalimantan Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Kuota BBM di Kota Balikpapan

Baca: DPRD Balikpapan Minta 10 Hari Kedepan Tidak Boleh Ada Antrean BBM di Semua SPBU di Balikpapan

Baca: PWI Balikpapan Gelar Diskusi Publik Soal Fasilitas Publik Perumahan

Penulis: Christine
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved