Volume Sampah 180 Ton per Hari, TPA Bekotok Kukar Dinilai tak Layak

Volume sampah 180 ton per hari, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok Kukar dinilai tak layak

Volume Sampah 180 Ton per Hari, TPA Bekotok Kukar Dinilai tak Layak
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
Kondisi IPA Bekotok di Tenggarong saat ini sudah tidak layak. Selain tak mampu menampung volume sampah sebanyak 180 ton/hari sehingga berakibat kelebihan kapasitas, lokasi IPA Bekotok ini berada di dekat permukiman penduduk. 

Volume Sampah 180 Ton per Hari, TPA Bekotok Kukar Dinilai tak Layak

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok di Tenggarong tidak layak karena sudah melebihi kapasitas. Luas lahan TPA Bekotok yang mencapai sekitar 1 hektar itu menampung sampah sebanyak 180 ton/hari.

“Secara teknis, TPA Bekotok tidak layak lagi karena sudah overload (kelebihan kapasitas) terhadap kemampuannya untuk mengolah sampah di wilayah Tenggarong dan sekitarnya,” ujar Sunggono saat meninjau bank sampah di Kantor DLHK Kukar, Senin (11/3/2019).

Ke depan, ia berharap pembangunan TPA regional baru bekerja sama dengan Pemkot Samarinda di Tenggarong Seberang segera terwujud. TPA regional ini bakal menampung sampah untuk wilayah Tenggarong dan Samarinda. “Saat ini kami perlu terus berkoordinasi dengan Pemkot Samarinda, perusahaan yang punya lahan (BBE) dan pemerintah pusat dalam upaya membangun TPA itu secara bersama,” ujarnya pada Tribun Kaltim.

Hari Kelima Penyortiran Surat Suara, KPU Kukar Temukan 1.831 Lembar Surat Suara yang Rusak

Selain di Tenggarong Seberang, Pemkab Kukar juga bakal membangun TPA di Kecamatan Loa Janan, Muara Badak dan Samboja. Sunggono mengemukakan, saat ini semuanya dalam tahap perencanaan dan proses menuju ke arah bagaimana TPA dibangun secara ideal.

Pasalnya, lanjut dia, membangun TPA itu memiliki kajian sangat luas dan perlu kesepahaman dengan semua pihak agar TPA itu bisa terbangun secara ideal. Ia mengakui, keberadaan TPA Bekotok yang tidak layak ini memengaruhi penilaian kebersihan sehingga Kukar lepas mendapatkan Piala Adipura hingga 5 tahun terakhir.

“Persampahan ini punya potensi menimbulkan masalah besar jika tidak dikelola dari bawah sehingga bagaimana kita menyelaraskan program bank sampah di tiap kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.

Yang narkoba goblok. Grup Musik Rock Edane Ajak Masyarakat Tenggarong Bersih dari Narkoba

Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan lewat program CSR mereka bisa menjadi kekuatan baru bagi Pemkab untuk terus membenahi diri dan mencapai target pembangunan, termasuk meraih kembali piala Adipura.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kukar Alfian Noor mengemukakan, pengelolaan sampah di TPA Bekotok menerapkan metode semi controlled landfill (pengolahan sampah tertutup). “Sampahnya ditimbun dengan tanah, cuma terhalang masalah permukiman sudah banyak, ada masyarakat di sana komplain terkait air lindinya (limbah), atas pertimbangan itu TPA harus dipindah,” tutur Alfian.

Ditarget Selesai 27 Desember 2018, Proyek Pembangunan Gedung SMPN 1 Tenggarong Molor

Pihaknya mencari lokasi pengganti TPA Bekotok yang jauh dari permukiman warga dengan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. “Karena kalau kita menunggu TPA regional di Tenggarong Seberang kita tidak tahu kapan realisasinya, cuma koordinasinya sering tapi pelaksanaannya belum. TPA regional ini lahannya masih kurang sekitar 50 hektar,” ucapnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Alfian Noor mendorong dibangun bank sampah di Kecamatan Tenggarong. Sementara ini, pihaknya mengupayakan bank sampah di 10 kelurahan dulu.

“Setelah bank sampah berdiri, kita akan mendorong bank sampah di tiap RT, jadi sampah yang dikeluarkan dari sumbernya dikelola di RT masing-masing sehingga sampah yang masuk ke TPA tinggal 20-30 persennya, jadi TPA tidak terlalu overload,” kata Alfian. Kalau bank sampah yang dibangun kelurahan dan RT mengalami kesulitan dalam menampung sampah yang dikelola, maka mereka bisa menampungnya di bank sampah milik DLHK.

SDN 028 Tenggarong Siap Menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer

“Lahan kami di belakang sangat luas, kita bantu dalam penyaluran atau penjualannya, bagaimana memasarkan komposnya itu, tadi ada perusahaan KMI siap pesan kompos 100 bungkus, belum lagi kalau semua perusahaan pesan,” tuturnya. Sedangkan kapasitas DLHK untuk membuat kompos sangat terbatas karena perlu sekitar 2 ton/bulan.

Ia berharap, sampah organik dari masyarakat diserahkan ke RT untuk dibuatkan kompos, lalu dikemas dan diserahkan kepada DLHK untuk dipasarkan. Bank sampah milik DLHK ini mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bank sampah induk ini akan menampung sampah yang dikumpulkan dari masyarakat dan bank sampah di Tenggarong.

“Kami mengusahakan untuk menjualnya ke pengepul, semua tercatat dengan rapi, nanti pada akhir tahun kita akan serahkan kembal hasil penjualan kepada masyarakat dan bank sampah yang telah menyetor ke sini,” ujarnya. Kukar sendiri sudah memiliki 55 bank sampah, khusus Tenggarong ada 10 bank sampah. Pembentukan bank sampah ini masuk dalam program RPJMD Bupati Kukar. (*)

Meriahkan HUT ke-35, Murid-murid SDN 028 Tenggarong Berjualan Kue dan Kerajinan Tangan

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved