Seno Aji Perjuangkan Dana Perimbangan Kukar, Gerindra Kaltim Incar 3 Kursi Legislatif DPRD Kaltim
Kukar sebagai kabupaten dengan jumlah terbesar pemilih kedua di Kaltim berpotensi bisa menyumbangkan tiga kursi parlemen di DPRD Kaltim.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kaltim menargetkan raih tiga kursi di DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kukar sebagai kabupaten dengan jumlah terbesar pemilih kedua di Kaltim berpotensi bisa menyumbangkan tiga kursi parlemen di DPRD Kaltim periode 2019-2024.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji mengatakan, partai memiliki target pencapaian kursi parlemen di Kukar. Tetapi untuk memenuhi target itu harus berjuang dan kerja keras.
• Pucuk DPD Golkar Samarinda Diganti, AMPG Kaltim Sarankan tak Perlu Dipolemikkan
• Demonstrasi Tolak Pabrik Semen Jilid II, Ini yang Akan Dilakukan Mahasiswa
• Mahfud MD tak Terima Ngaji Kebangsaan Bareng Slank Dibilang Rusak, Ini Pembelaannya!
Menurut dia, caleg yang ditempatkan di dapil Kukar sedang berjuang berusaha sekuat tenaga.
"Karena Kukar daerah yang potensial untuk diperjuangkan oleh legislator ke pusat. Misalnya soal dana bagi perimbangan minyak dan gas," kata Seno, caleg DPRD Kaltim dapil Kukar kepada Tribun, Minggu (7/4/2019).
Selain Seno, masih ada beberapa caleg Gerindra dapil Kukar yang potensi lolos ke parlemen. Antara lain Suterisno Thoha dan Reza Pahlevi.
"Kita semua berjuang. Saya punya misi di Kukar memperjuangkan kenaikan dana perimbangan untuk Kukar sebagai daerah penghasil migas," ungkap caleg yang berprofesi sebagai kontraktor dan pengusaha tambang.
• Desain Kursi Berdiri untuk Penumpang Pesawat Kelas Ekonomi Ini Diperkenalkan, Lihat Penampakannya
• Dituding Kampanye 01 di Surabaya Bareng Slank, Begini Jawaban Mahfud MD
• Download Lagu Kill This Love (Bunuh Cinta Ini) BLACKPINK, Ada Lirik dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Ia menjelaskan, Kukar sebagai kabupaten penghasil migas seharusnya mendapatkan porsi dana perimbangan lebih besar.
"Berdasarkan litbang data Gerindra, lifting gas Kukar dalam beberapa tahun lalu menurun. Pada 2015 mencapai 334.964.000 Milion Metric British Thermal Unit (MMBTU) atau 19.170.000 barel. Realisasi dana bagi hasil yabg diterima Rp 782 miliar. Tahun 2016 produksi migas menurun. Berdasarkan lifting migas tahun itu sebesar 18.279.375 barel atau 298.111.391 MMBTU. DBH yang diterima hanya Rp 112 miliar," ujarnya.
Saat itu, kondisi keuangan mengalami defisit pasca turunnya harga migas nasional dan dunia.
"Padahal kekayaan alam di Kukar melimpah. Mulai dari migas, batu bara, sawit dan ekspor perikanan," sebut Seno.
Dengan potensi itu, kata Seno, harus diperjuangkan dan mendobrak hitungan dana perimbangan atau bagi hasil. Pasalnya, sebagai daerah penghasil menerima dana perimbangan sangat minim.
"Sementara, luas wilayah Kukar cukup besar dan perlu mendapatkan perhatian khusus diberbagai sektor. Misalnya infrastruktur dan sektor industri. Dan termasuk sektor pertanian," tutur Seno.
• Jelang Laga Everton vs Arsenal, Uji Formula Seimbang Pasukan Meriam London
• Surat Suara Legislatif Lebih Lebar & Tanpa Foto Calon, Pemilih Diminta Teliti
Terpisah, Suterisno Thoha caleg petahana DPRD Kaltim dapil Kukar dari Partai Gerindra Kaltim memastikan diri merebut suara pemilih di Kukar.
"Kukar ini memiliki jumlah pemilih yang beragam. Namun persaingan untuk meraih simpati pemilih memang dibutuhkan strategi dalam menjual program," ucap anggota DPRD Kaltim.
Misalnya, kata dia, potensi pemilih dari beberapa etnis seperti Kutai, dan pemilih Jawa dan Bugis.
"Semua pemilih ada segmennya. Ada kebutuhan untuk masa depannya. Seperti kelompok petani dan nelayan di Kukar juga punya potensi," pungkasnya.(*)