Sabtu, 11 April 2026

Hukuman Mati

Tangan Jokowi dan Merah Putih Berlumur Darah, Tulis Media Australia

Koran The Courier Mail di Brisbane, Australia memuat berita utama "Bloody Hands" yang artinya "tangan yang menumpahkah/berlumuran darah".

The Courier Mail
Foto ilustrasi berita utama media Australia, The Courier Mail, yang menampilkan tangan Presiden RI Jokowi berlumur darah, Rabu (29/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Ruth Vania Christine

TRIBUNKALTIM.CO, AUSTRALIA - Media massa menyerang Presiden Joko Widodo dan Indonesia.

Berselang beberapa jam setelah pelaksanaan eksekusi mati terhadap delapan dari sembilan terpidana mati di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2015), media negeri Kanguru itu menulis berita dan memuat foto ilustrasi tangan Presiden Jokowi berdarahd-arah.

Bahkan bendera merah putih pun digambarkan bersimbah darah. (Baca juga: Duo Bali Nine Sudah Dieksekusi, Bagaimana Nasib 7 Anggota lainnya? )

Surat kabar berpengaruh di Australia, The Courier Mail, membuat judul serta foto ilustrasi halaman utama yang terbilang kontroversial, pada edisi Rabu (29/4/2015).

Koran yang berbasis di Brisbane tersebut, membuat judul berita utama "Bloody Hands" yang artinya "tangan yang menumpahkah/berlumuran darah".

 
Foto ilustrasi berita utama media Australia, The Courier Mail, yang menampilkan tangan Presiden RI Jokowi berlumur darah, Rabu (29/4/2015). (The Courier Mail)

Judul tersebut, membahas kebijakan Jokowi mengenai perintah eksekusi mati terhadap 8 narapidana yang dua di antaranya merupakan warga negeri Kanguru tersebut.

Sementara foto ilustrasi yang ditampilkan untuk judul berita utama itu adalah, Presiden RI Joko Widodo tengah tersenyum semringah sembari menunjukkan telapak tangan kanannya berlumuran darah.

Foto ilustrasi itu beratar belakang bendera nasional Indonesia, yang dari ujung kiri sisi merahnya mengalir cairan merah seperti darah.

(Baca juga: Inilah Lukisan Merah Putih dengan Tetesan Darah Karya Myuran )

Surat kabar ini mengusung sub-judul yang tertulis "Edisi Spesial Pukul 4 Pagi: Suara tembakan regu penembak ramaikan pulau eksekusi".

Isinya kurang lebih menggambarkan kegiatan duo terpidana Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Kegiatan yang diliput termasuk menyantap menu KFC sebelum eksekusi, dan saling memberi semangat pada tujuh terpidana lainnya.

(Baca juga: Ayah Rela Tinggal di Toilet Demi Menafkahi Istri dan Anak )

Selama dua hari sebelum eksekusi, kedelapan terpidana (kecuali Zainal Abidin yang muslim) melaksanakan beberapa sesi doa bersama, dipimpin oleh Chan yang sudah menjadi pastur.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved