Berita Eksklusif
Berawal Saling Ejek Dilanjutkan Tawuran Brutal Geng Remaja
Dua rekan AS, yakni SP (16) dan RD (12) yang diduga pelaku pemukulan kini ditahan pihak kepolisian.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rudy Firmanto dan Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tahanan dan narapidana anak di Kaltim hingga Maret lalu jumlahnya hampir 100 orang.
Berdasarkan data Kanwil Kemenkumham Kaltim, angka terbanyak di lapas dan rutan Samarinda yang mencapai 32 orang, disusul Tenggarong 14, Tarakan 13, Tanjung Redeb 12, Balikpapan 11, Nunukan 6, Bontang 5, dan Grogot 2.
Tribunkaltim.co sempat menemui AS, anggota kelompok atau geng di kawasan Markoni Balikpapan seusai peristiwa tawuran yang menewaskan Muhammad Yusuf (15), akibat pukulan benda tumpul di kepalanya.
Dua rekan AS, yakni SP (16) dan RD (12) yang diduga pelaku pemukulan kini ditahan pihak kepolisian, dan SP terancam mengikuti ujian nasional SMP di luar sekolah.
Baca: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Tawuran yang Tewaskan Seorang Remaja
Usia AS terbilang belia, yakni 13 tahun. Bocah kelas 6 sekolah dasar ini mengaku hanya ikut-ikutan bergabung di geng remaja, begitupun keterlibatannya dalam tawuran tersebut.
"Saya hanya ikut-ikutan, kebetulan tempatnya di kampung sendiri. Setahu saya ini (geng) sudah ada sejak lama, jadi tidak tahu siapa yang memulainya," kata AS, pekan lalu.
Ia mengatakan, sistem di kelompoknya tak ada istilah ketua atau pemimpin, semua anggota sama posisinya. Ketika bergabung pun tidak ada orientasi atau pengenalan anggota baru.
"Anak-anak itu tinggalnya masih satu kampung, jadi memang kita semua sama, tidak ada ketua geng," ujarnya.
Walaupun tak ada istilah ketua, di setiap kelompok biasanya ada anak yang sangat disegani, dan menjadi motor penggerak bagi anggota lainnya. Menurutnya bentrokan yang menewaskan M Yusuf bukan pertama kalinya. x
Penyebabnya, hal sepele namun berujung maut. Seperti eksistensi, ejek-mengejek, dan merasa paling hebat.
Sepekan setelah tragedi Markoni, warga Karang Jati dikejutkan lemparan batu seusai melakukan Shalat Jumat. Sekitar 20 remaja belasan tahun melemparkan batu dan kayu ke arah seberang jalan, tanpa peduli mengenai pengguna jalan yang melintas di daerah tersebut.
Warga yang geram dengan aksi kelompok remaja itu pun melakukan pengejaran dan berhasil menangkap YG (16), anggota kelompok tersebut. Siswa SMP kelas 9 di kawasan Balikpapan Utara ini tak sempat melarikan diri, dan akhirnya ditangkap lalu diserahkan ke pihak kepolisian.
YG menuturkan, bersama temannya datang ke Karang Jati untuk menyerang kelompok lain sebagai balas dendam karena sebelumnya kampung mereka diserang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/geng-remaja2_20150504_113052.jpg)