Keluarga Akui Pria yang Ngamuk di Pasar Pernah Sakit Jiwa
Hal itu terungkap setelah seorang kerabatnya bernama Iwan (39) menuturkan, Thamrin pernah memiliki riwayat gangguan jiwa pada 2013 silam.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Thamrin Noor (38), pria yang belakang ini menjadi perbincangan karena mengamuk dan membantai nyawa dua orang dan 9 orang lainnya luka-luka ternyata pernah mengalami gangguan jiwa berat.
Hal itu terungkap setelah seorang kerabatnya bernama Iwan (39) menuturkan, Thamrin pernah memiliki riwayat gangguan jiwa pada 2013 silam.
Iwan memberi keterangan di depan polisi saat diperiksa sebagai saksi awal mengamuknya Thamrin di warung Jeki.
"Dua tahun lalu Thamrin memang pernah mengalami gangguan jiwa, tapi setelah dirawat di rumah sakit keluar dan dapat bekerja lagi," jelasnya.
Tribunkaltim.co pun mendatangi RSJ Atma Husada Samarinda untuk mengecek kebenaran hal tersebut. Menurut Humas RSJ Atma Husada Linda Dwi Novial Fitri menjelaskan Thamrin pernah dirawat di rumah sakit tersebut selama 8 hari, 18-26 Agustus 2013.
Baca: Kesal tak Dilayani di Warung Kopi, Pria Ini Ngamuk Tewaskan 3 Orang
Saat pertama kali dibawa ke rumah sakit, keluarga mengeluhkan karena Thamrin di rumah mengamuk hingga membuat keluarga khawatir. Keluarga langsung membawa Thamrin ke RSJ untuk dirawat.
"Memang betul yang bersangkutan (Thamrin) pernah dirawat di sini (RSJ). Keluhan keluarga mengatakan jika Thamrin mengamuk di rumah," terangnya, Rabu (20/5/2015).
Walaupun divonis mengidap gangguan jiwa berat, tapi Thamrin tidak dirawat lama di RSJ. Pihak keluarga meminta Thamrin pulang dan menjalani rawat jalan.
Rumah sakit tidak dapat menahan permintaan tersebut, karena pasien dapat keluar jika diminta keluarga. Selain itu, pasien bisa keluar RSJ karena telah terlihat adanya kemandirian yang dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.
Baca: Saat Pria Ini Ngamuk, tak Ada Seorang pun Warga Berani Menolong
Thamrin tercatat di RSJ tersebut hanya sekali saja melakukan pemeriksaan atau rawat jalan pada 29 Agustus 2013, setelah itu Thamrin maupun pihak keluarganya tidak pernah lagi memeriksakan Thamrin ke RSJ.
Pihak keluarga juga membenarkan jika Thamrin pernah mengalami gangguan jiwa dan sempat dirawat di RSJ.
"Memang betul jika dia (Thamrin) pernah mengalami gangguan jiwa," kata bibi Thamrin, FT (55) ditemui di rumah duka, Jl KH Harun Nafsi, Samarinda.
Meski demikian, setelah keluar dari RSJ, Thamrin tidak pernah lagi mengamuk dan dapat bekerja kembali di toko elektronik Suara Electronic, Jalan Niaga Utara.
"Sempat tiga bulan tidak kerja karena masih dalam proses penyumbuhan di rumah, selama itu juga Thamrin tidak pernah marah atau mengamuk lagi," ungkapnya.
Dia meyakinkan jika Thamrin bukanlah tersangka perampokan atau pembegalan seperti yang banyak dikatakan orang, namun kejadian tersebut murni karena jiwa dari Thamrin sedang terganggu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rekonstruksi-citra-niaga_20150521_114117.jpg)