Senin, 20 April 2026

Petani Kampung Teluk Selimau Mudah Pengairan Sawah Walau Kemarau

Tempat kami ini sedang dilakukan proses pemekaran daerah untuk menjadi desa. Kami berharap nantinya desa kami dikenal desa budaya

TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Warga masyarkat Kampung Selimau, berkumpul bersama dalam persatuan kekeluargaan saat sebelum tampil dalam peresmian rumah adat Ilun I’lut Tanjung Selor Timur, pada Sabtu (1/8/2015). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Bentangan sungai Kayan yang panjang dan airnya yang berwarna coklat melintasi sebuah Kampung Teluk Selimau.

Ditempat inilah kita bisa menemukan pemukiman penduduk yang masyarakatnya berciri khas etnik budaya Dayak Kalimantan Utara.

Untuk mencapai ke Kampung Teluk Selimau, dari Tanjung Selor bisa dilalui dari jalur sungai, atau juga bisa menyusuri melalui jalan darat.(Baca juga: Bupati Curhat Banyak Guru Ajukan Cerai Nikah )

Saat itu, TRIBUNKALTIM.CO mencoba menelusuri jalan darat menggunakan sepeda motor, pada Sabtu (1/8/2015) siang.

Tempatnya mudah dijangkau. Dari kantor Bupati Bulungan di Jalan Jelarai, menuju Kampung Teluk Selimau, jarak yang ditempuh sekitar lima kilometer.

Lokasi kampung ini berada di kelurahan Tanjung Selor Timur, kecamatan Tanjung Selor, kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Saat memasuki perkampungan ini, masyarakatnya begitu bersahabat, mau menerima kedatangan tamu dari luar.

Satu di antaranya, ketika bertemu Elop Prianus (45) warga Teluk Selimau, mengatakan masyarakat di Teluk Selimau sudah terbuka.

Karena warga yang tinggal di Teluk Selimau sudah tidak lagi hanya suku Dayak, tetapi ada dari orang-orang transmigran dari Jawa, Bugis, dan Bulungan.

Akan tetapi, arus budaya yang ragam telah masuk ke Teluk Selimau, budaya dayaknya masih terpelihara, dilestarikan sampai pada generasi mudanya agar ciri khas warga kampung Teluk Selimau tetap mengakar.

“Tempat kami ini sedang dilakukan proses pemekaran daerah untuk menjadi desa. Kami berharap nantinya desa kami dikenal desa budaya, yang menyuguhkan budaya dayak,” kata Elop yang kini menjabat sebagai Ketua Rukun Warga. (Baca juga: Gara-gara Penumpang Gendut, Etihad Airways Dituntut Rp 3 Miliar )

Secara demografi, Kampung Teluk Selimau pada Agustus tahun 2015 ini telah ada 6 Rukun Tetangga dan 2 Rukun Warga.

Sementara, untuk jumlah Kepala Keluarganya mencapai 301 dan mayoritas bekerja di perkebunan dan sawah.

Terpisah, Kilat, warga Teluk Selimau lainnya menjelaskan, awalnya Teluk Selimau merupakan kawasan hutan belantara, yang bukan masuk kategori perkampungan penduduk.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved