Salam Tribun

Cula dan Manusia Tercela

Pada 2014, perburuan liar badak di Afrika diperkirakan kembali memecahkan rekor. Harga cula badak di pasar gelap kini jauh lebih tinggi dari emas.

TRIBUN KALTIM
Trinilo Umardini 

Tak peduli badak punah, asal cula mereka dapat. Kita bisa saja memberi stigma mereka manusia tercela karena dengan rakusnya mengambil semua hal yang ada di muka bumi ini, toh mereka bahkan sekali lagi tak peduli dengan cap itu.

Pada 22 September kemarin, pegiat lingkungan merayakan hari badak sedunia. Ada baiknya kita merenungi bahwa hidup di bumi ini penting untuk menjaga harmoni. Mungkin kita tak bisa secara langsung beraksi bak Tarzan untuk menggagalkan perburuan ilegal atau menghukum para kaum jetset penikmat cula badak.

Baca: Di Dunia Hanya Tersisa 4 Ekor Badak Putih Utara 

Namun kita bisa sisakan sedikit perhatian untuk turut menjaga kelestarian lingkungan. Semua pihak pasti punya peran, baik masyarakat awam maupun aparat yang berwenang. Ini yang perlu dimaksimalkan.

Contoh, sebagai wartawan, amat penting menyuarakan kelestarian lingkungan lewat media; aparatur negara, tentu saja lewat penegakan hukum; pelajar dan masyarakat umum, bisa lewat penggalangan dana atau kesadaran berperilaku yang ramah lingkungan sehingga tak cuma badak, tapi juga makhluk hidup lain sama berhaknya hidup di planet bumi ini. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.

Like fb TribunKaltim.co 

Follow  @tribunkaltim 

Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved