Kamis, 16 April 2026

Heboh, Benarkah Patung Liberty Awalnya Sosok Muslimah Berjilbab?

Hasil penelitian Smithsonian menyebutkan bahwa Patung Liberty awalnya adalah wanita Muslim berjilbab.

NET
Patung Liberty 

TRIBUNKALTIM.CO - Akhir-akhir ini beredar kabar jika sesungguhnya Patung Liberty yang merupakan salah satu ikon Amerika Serikat sesungguhnya adalah perwujudan sosok muslimah berjilbab.

Berita ini bersumber dari Majalah Institusi Smithsonian yang katanya membeberkan fakta mengejutkan mengenai patung Liberty yang kini berdiri kokoh di Pelabuhan New York, Amerika Serikat.

Hasil penelitian lembaga itu menyebutkan bahwa Patung Liberty awalnya adalah wanita Muslim berjilbab. Demikian dilansir Eramuslim.com.

Menurut majalah tersebut, patung tersebut seharusnya diletakkan di Terusan Suez, Mesir, bukan di Pelabuhan New York, jika bukan karena penghematan ekonomi yang dilakukan gubernur Khilafah Utsmani di Mesir saat itu.

Pemahat Perancis, Frédéric Auguste Bartholdi, dikatakan awalnya ingin meletakkan patung Muslimah setinggi 86 kaki atau 26 meter di Pelabuhan Said di salah satu sisi kanal buatan manusia yang menghubungkan Laut Mediterrania dan Laut Merah, Daily Beastmelaporkan, dikutip dari Huffington Post.

(Baca juga: Petugas Keamanan Dapat Berlian di Tempat Sampah, Ini Kronologinya)

Menurut National Park Service AS, patung itu awalnya hendak diberi nama “Egypt Carrying the Light To Asia”, kurang lebih berarti “Mesir Membawa Cahaya ke Asia”, yang dijadikan simbol kemajuan dan obor di tangannya akan difungsikan sebagai mercusuar.

Namun, gubernur Mesir pada era Khilafah Utsmani, Isma’il Pasha, menolak proyek yang terinspirasi kunjungan Bartholdi ke Monumen Nubia di Abu Simbel pada tahun 1855 karena dianggap terlalu mahal, tulis Edward Berenson dalam bukunya berjudul “Statue of Liberty: A Transatlantic Story.”

Bartholdi lalu memodifikasi rancangannya, yang dikatakan museum Musee D’Orsay di Paris, Perancis, dipengaruhi oleh mitos Colossus of Rhodes. Patung tembaga itu akhirnya dibangun di Perancis dengan dipimpin oleh perancang struktural Gustave Eiffel, pencipta Menara Eiffel.

Bagian-bagian patung tersebut kemudian dikirim ke AS, sebelum akhirnya dirakit dan diresmikan pada 28 Oktober 1886. Liberty adalah hadiah masyarakat Perancis kepada AS.

Dari dasar hingga ke ujung obor, “Lady Liberty” memiliki tinggi 92 meter, atau hampir empat kali lipat dari rancangan awal Bartholdi.

Pelabuhan Said di Mesir sendiri kini memiliki sebuah mercusuar setinggi 38 meter. Terusan Suez sendiri usai dibangun pada November 1869.

Atau ada juga artikel yang menulis agak berbeda soal Liberty Statue ini, yang sumbernya sama dari Smithsonian.

Artikel ini mengatakan: Website politik kenamaan dari Amerika, The Hill, pada 25 November 2015 mempublis artikel blog terkait asal usul Patung Liberty yang berjudul “Smithsonian: Statue of Liberty was originally a Muslim woman“.

Patung Liberty awalnya dirancang untuk menjadi seorang wanita Muslim, majalah Smithsonian Institution mengatakan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved