Usaha Gosok Keliling Beromzet Rp 9 Juta Perbulan
Di dalam boks itu, terdapat sejumlah alat yang diperlukan untuk bisnisnya berupa setrika uap, beserta selangnya, tabung gas 3 kg beserta kompornya
Beruntung, pada bulan ketiga mulai ada satu pelanggan yang menghubungi untuk menggunakan jasanya.
Dari situ, jasa Gokil nya kian menyebar lewat mulut ke mulut. Saking senangnya, setiap hari, Amelia berkeliling perumahan dari pukul 09.00 sampai pukul 12.00.
Kemudian, ia melanjutkan usahanya itu pada pukul 15.00 sampai pukul 17.00.
Hingga di bulan keenam, Amelia sudah bisa mempekerjakan satu karyawan. Satu karyawannya itu, bertugas menggosok pakaian di rumahnya.
"Selain jasa Gokil, saya juga buka usaha gosok di rumah. Kalau banyak orderan, biasanya saya bawa pulang ke rumah," katanya.
Lambat laun, rupanya usaha jasa Gokil miliknya kian berkembang. Bahkan kini dia telah mempekerjakan lima pegawai.
Empat di antaranya bertugas menggosok pakaian dan satu orang melakukan pengepakan.
Dalam sehari dia mampu melayani 240 kilogram dengan tarif Rp 3.500 per kg. Kecuali untuk jarak jauh, ia mematok tarif Rp 4.000 per kilogram.
"Cuma enggak ada kurir aja, jadi terpaksa saya sendiri yang mengantarkan pakaiannya," katanya.
Dengan uniknya usaha mereka, Amelia berharap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu rumah tangga lainnya untuk bisa berwirausaha.
"Ibu-ibu rumah tangga yang punya anak juga bisa membuat usaha," ucapnya. (Warta Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gosok-keliling_20160225_154722.jpg)