Minggu, 3 Mei 2026

Karier

Simak Empat Sinyal Pertanda Bos Tidak Kompeten

Pasalnya, mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari seorang pemimpin merupakan salah satu kebahagiaan lain karyawan dalam tim kerja.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mimpi buruk seorang karyawan di kantor adalah memiliki atasan yang tidak bisa diandalkan.

Pasalnya, mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari seorang pemimpin merupakan salah satu kebahagiaan lain karyawan dalam tim kerja.

Bekerja di sebuah perusahaan bagaikan hidup dalam mikroskop. Anda selalu diamati untuk dinilai dan dievaluasi.

Oleh karena itu, sangatlah menyenangkan memiliki seorang atasan yang bisa memberikan solusi yang cakap dan bisa diandalkan.

Liz Ryan, seorang pendiri Human Workplace, perusahaan konsultan karier, assessment, dan bimbingan profesional, mengatakan bahwa setiap karyawan membutuhkan atasan yang bisa memimpin tim kerja secara terbuka sekaligus terampil dalam mengatur aliran tugas dan berbagi motivasi.

BACA JUGA: Mengatasi Teman Kantor yang Agresif dan Posesif

Ryan menjabarkan empat pertanda seorang pemimpin yang tidak kompeten, berikut uraiannya:

Si bos tidak lagi peduli

Menarik diri dari sebagian besar aktivitas kantor dalam lingkup profesional, merupakan tanda yang paling nyata.

Rasa tidak peduli bisa terlihat dengan ketika semua orang tahu daftar lima besar prioritas dan tanggung jawab tim kerja, tetapi si bos tidak mau tahu dan tidak berusaha untuk tahu.

Lalu, sikap tidak kompetennya bisa Anda lihat kala si bos banyak bicara dalam menjelaskan sesuatu di rapat kerja, tetapi dia tidak menguasai topik tersebut.

BACA JUGA: Selalu Merasa Lelah, Ini Tanda Anda harus Cuti Panjang

Si bos tidak demokratis

Sikap diktator merupakan pertanda jelas dari sebuah ketidakmampuan. Alhasil, si bos tidak memberikan ruang diskusi pada bawahan. Sebaliknya, dia semerta-merta menerbitkan aturan baru yang mana semua orang harus patuh.

Kemudian, bos pun seperti menutup mata terhadap kondisi kurang kondusif yang terjadi di lingkungan kerja.

Anda bisa melihat penurunan kompetensi seorang atasan, ketika dia mulai mengimplementasikan aturan baru, tetapi bisa dihentikan dan digagalkan oleh sekumpulan anak buah.

Si bos melakukan pekerjaan Anda

BACA JUGA: Mengunyah Permen Karet saat Kerja Ternyata Dapat Membantu Lho. . .

Seorang bos yang baik dan cerdas adalah seseorang yang mengerjakan tanggung jawabnya dengan hasil cemerlang, demi memberikan contoh pada anak buah.

Namun, jika si bos malah mengerjakan pekerjaan Anda, ini bisa jadi pertanda bahwa dia tidak menguasai daftar tugas yang merupakan lingkup tanggungjawabnya.

Seorang bos yang kompeten bisa membedakan antara menyelesaikan tugasnya, mendelegasikan pekerjaan, dan mendorong semangat tim kerja.

Si bos tidak punya ide

Seorang bos yang kompeten dan inspiratif selalu memiliki ide untuk memberikan inovasi untuk mengembangkan bisnis. Selain itu, bos yang percaya diri juga tidak khawatir dalam melontarkan ide dan berbagi kiat realisasi ide pada anak buah.

BACA JUGA: Hasil Studi, Bos Bodoh Sebabkan Banyak Karyawan Pindah Kerja

Sebaliknya atasan yang tidak kompeten selalu mengandalkan orang lain dalam mencetuskan ide. Lalu, dia pun bekerja seperti “jalan di tempat” tanpa memberikan masukan dan bantuan untuk pengembangan ide menjadi sebuah realita yang ideal.

Kemudian, bos yang cakap, tidak banyak memberikan janji mengenai batas perwujudan.

Sering meminta ide tanpa mewujudkannya merupakan ciri-ciri seorang pemimpin yang hanya “main aman”. (Kontributor Female/Usihana)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved