Reshuffle Kabinet

Seperti Ini Isi Pesan Berantai yang Meminta Seluruh Menteri Jokowi tak Tinggalkan Jakarta

Presiden Jokowi melalui Mensesneg Pratikno menginstruksikan para pembantunya di kabinet, untuk wajib hadir dalam sidang paripurna, Rabu (27/7/2016)

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berfoto bersama anggota Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10/2014). Para menteri yang memperkuat Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK secara resmi dilantik. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Politikus Partai Hanura Sarifuddin Suding berharap Presiden Jokowi memberi kepastian mengenai reshuffle kabinet.

Senin (25/7/2016) kemarin, Presiden Jokowi melalui Mensesneg Pratikno menginstruksikan kepada para pembantunya di kabinet, untuk wajib hadir dalam sidang paripurna, Rabu (27/7/2016) besok.

"Jadi, memang ada rencana pada minggu ini kami akan ada sidang kabinet paripurna dan seperti biasa Pak Presiden mengharapkan semua menteri untuk hadir," kata Pratikno di Gedung Utama Kemensetneg.

Pratikno menegaskan, imbauan kepada para menteri berupa surat yang dikeluarkan karena Presiden akan mengadakan Sidang Kabinet Paripurna dalam waktu dekat, sehingga semua menteri bisa hadir.

BACA JUGA: Beginilah Jurus Menteri BUMN Jaring Dana Repatriasi

"Rencana pada minggu ini kami akan ada sidang kabinet paripurna dan seperti biasa Pak Presiden mengharapkan semua menteri untuk hadir," kata Pratikno.

Menteri Perindustrian mengaku mendapatkan surat yang dimaksud. Dari pesan berantai yang diterima tribun, selain surat juga pesan yang disampaikan kepada para menteri.

"Bapak Ibu Kabinet Kerja yth, Menindaklanjuti arahan Bp Presiden, dimohon Bapak Ibu tidak meninggalkan Jakarta minggu ini (tgl 25 sd 29 Juli 2016) dikarenakan akan diselenggarakan Sidang Paripurna Kabinet dan diwajibkan utk hadir semua. Atas perhatiannya disampaikan terima kasih," demikian pesan yang disampaikan

"Setahu saya hanya diinfokan kepada kami (para menteri) semua, kalau akan ada rapat kabinet paripurna jd seperti biasa ya wajib hadir sehingga tidak berada diluar kota," ujar Menteri Saleh Husin.

BACA JUGA: Arafat: Musda Lanjutan Golkar Kaltim Bakal Ditunda Lagi

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menganggap biasa surat larangan meninggalkan Ibu Kota yang dikeluarkan oleh Mensesneg.

"Itu biasa. Untuk menyuruh standby di Jakarta bukan baru kali ini aja kok. Lagian kan memang mau ada rapat," ujarnya.

Sejak beberapa hari lalu, rencana adanya perombakan kabinet makin berhembus kecang.

Sarifuddin Suding menegaskan, partainya, Hanura, menyerahkan sepenuhnya perombakan kabinet kepada Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA: Alung dan Bere Ali Langsung Temui Duta Besar Indonesia di Kairo

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved