Pilgub Kaltim
Mau Maju di Pilgub Kaltim? Siapkan Dana Minimal Rp 150 Miliar
bukan rahasia umum jika terkadang ada dugaan “mahar” yang harus dipenuhi kandidat dalam mendapatkan rekomendasi dukungan.
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2018 memang masih menyisakan waktu lebih dari setahun.
Tapi dinamika siapa yang bakal maju bertarung mulai menjadi konsumsi sebagian masyarakat, terutama di tingkat elit.
Apalagi, Pilgub Kaltim tergolong wilayah pertarungan terbuka. Mengingat, suksesi lima tahunan sekali itu dipastikan tidak akan diikuti kandidat incumbent lagi karena sudah menjabat dua periode.
Sehingga diprediksi, persaingannya bakal lebih ketat, termasuk tingginya cost politik.
BACA JUGA: KPU Kaltim Estimasikan Tujuh Pasangan Peserta di Pilgub Kaltim 2018
TribunKaltim.co mencoba mengkalkulasi berapa dana yang dibutuhkan kandidat jika ingin memenangkan pertarungan.
Berdasar dari penuturan sumber, setiap pasangan minimal harus menyiapkan dana segar Rp 150 miliar.
Hitungannya, dana itu bakal digunakan dalam merebut dukungan partai politik.
Sebab bukan rahasia umum jika terkadang ada dugaan “mahar” yang harus dipenuhi kandidat dalam mendapatkan rekomendasi dukungan.

Angkanya didasari perolehan kursi. Malah untuk satu kursi, bisa mencapai Rp 1 miliar.
Jika dikalikan dengan syarat minimal dukungan, maka dana yang harus disiapkan minimal Rp 150 miliar.
BACA JUGA: Mau Jadi Gubernur? Ini Jalur-jalur Pencalonan yang Bisa Ditempuh
Selain “mahar”, cost politik yang membutuhkan dana tidak sedikit adalah kebutuhan dan maintanance tim dan relawan setiap bulannya, atau disesuaikan setiap program yang dijalankan.
Angkanya bisa menghabiskan Rp 2 miliar atau lebih setiap program, terutama jika melibatkan struktur tim dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan berbasis TPS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi_20161004_184907.jpg)