Breaking News
Senin, 11 Mei 2026

Opini

Menjadi Guru Berarti Belajar Sepanjang Waktu, Yuk Terus Belajar

Guru menjadi garda terdepan dalam pembentukan generasi, bagaimana wajah generasi terdepan akan terwarnai oleh guru saat ini.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pelajar SMA Negeri 12 memperingati Hari Guru Nasional, Rabu (25/11). Guru terus dituntut meningkatkan kompetensi, yang dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam melaksanakan perannya. Selamat Hari Guru. 

Hadits tersebut berbunyi, "Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim." Dan masih didukung lagi banyak ayat Al-Quran menjelaskan tingginya kedudukan orang-orang yang berilmu.

Baca: Memutus Mata Rantai Kemiskinan Harus Melalui Pendidikan

Setelah gelar sarjana pendidikan diperoleh tidak otomatis menamatkan pelajaran. Gelar sarjana pendidikan takkan pernah cukup digunakan dalam mengarungi dunia pendidikan.

Para guru, berhitunglah berapa persen ilmu perkuliahan yang sekarang masih kita ingat dan mampu menunjang tugas kita sebagai guru.

Kita akan menyadari ada banyak hal yang harus dipelajari lagi guna meningkatkan kapasitas diri menghadapi dinamika peserta didik.

Mengapa guru tetap harus belajar, karena setiap kita adalah murid sekaligus guru. Kita berada pada kondisi terbaik ketika kita mampu mengajar diri sendiri dan mengetahui tentang apa yang harus kita pelajari.

Sampai kita puas dan terjawab pertanyaan yang sering terlintas dalam pikiran. Ini menjadi kesadaran masing-masing individu guru.

Baca: Ikuti Perubahan Zaman, Guru Diminta Ekstra Sabar Mendidik

Menjadi guru berarti belajar sepanjang waktu, karena ada banyak hal baru. Guru harus beradaptasi dengannya, terus belajar dalam kondisi bagaimanapun.

Tentu dalam lingkungan yang kondusif. Hal ini menjadi tugas sekolah agar menumbuhkan kesadaran secara kolektif tentang pentingnya guru terus belajar.

Atmosfer semangat mencari ilmu harus terus dijaga, bukan hanya peserta didik lebih penting para guru wajib menjadi insan pembelajar sepanjang hidupnya.

Pemerintah telah menggulirkan program guru pembelajar. Ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru terutama kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional, di samping kompetensi pribadi dan sosial.

Tapi, karena keterbatasan dana hanya sekitar 25% guru yang dapat menikmati program tersebut.

Baca: Wacana Pemangkasan Tunjangan di Luar Gaji, Guru Tuntut Kesetaraan Penghasilan

Namun guru yang belum tersentuh program guru pembelajar tak perlu bersedih karena menjadi pembelajar bisa dilakukan di mana saja, terlebih di sekolah di mana guru tersebut terlibat.

Sangat perlu sekolah menumbuhkan atau menjaga atmosfer semangat dan mencintai ilmu. Yang bisa dilakukan dengan program yang dikenal dengan istilah Corporate University (CorpU).

Corporate University (CorpU)biasa dilaksanakan di beberapa BUMN dan perusahaan nasional, program ini dianggap strategis membantu perusahaan mencapai tujuan bersama.

Hal selayaknya pantas dilakukan di lingkungan sekolah, dengan program belajar seminggu sekali, bagi seluruh komponen sekolah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved