Sabtu, 2 Mei 2026

Gempa Bumi

Gempa di Aceh Mirip Guncangan Bom Atom Hiroshima

Wisnu mengatakan, BNPB telah berada di lokasi. Nantinya akan dibentuk tim koordinasi untuk penanganan korban gempa bumi.

Tayang:
SERAMBI INDONESIA/HARI MAHARDHIKA
Petugas melakukan evakuasi korban yang masih tertimbun di pertokoan Pasar Meureudu, Aceh Pidie Jaya, Rabu (7/12/2016). Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter menerjang Aceh pada Rabu dini hari, namun menurut informasi BMKG tidak akan mengakibatkan tsunami. SERAMBI INDONESIA/HARI MAHARDHIKA 

Pakar tektonik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, kepada kompas.com mengatakan, "Gempa ini sangat tidak terduga. Sampai sekarang kita masih mencari sesar apa yang menjadi penyebabnya."

"Yang kami pahami bahwa sesudah gempa 2004, pelepasan energi dari gempa 2004 melepaskan tegangan di daratan Aceh sehingga terjadi gempa-gempa kecil didaratan tersebut, termasuk gempa tadi Subuh," jelasnya.

Menurutnya, dengan magnitudo M 6,4 dan berupa sesar geser, gempa ini bisa mengakibatkan pergeseran 75 cm di permukaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menduga kuat gempa hari ini disebabkan oleh sesar Samalanga Sipopok. Sesar itu memanjang dari perairan Selat Malaka dan masuk ke daratan Aceh hingga mendekati Takengon.

Walau banyak sumber gempa di Aceh telah dipetakan, namun sejarah gempa yang ditimbulkan oleh sesar Samalanga Sipopok hingga kini belum diketahui. "Kita belum punya referensi," kata Daryono.

Di luar ketidakpastian itu, gempa kali ini memberi gambaran bahwa Aceh pun bisa dilanda gempa dengan mekanisme sesar mendatar serta berpusat pada kedalaman yang dangkal.

Daratan Aceh dilewati oleh patahan Sumatera yang terbagi menjadi beberapa segmen besar, yaitu Aceh, Simeuleum, dan Tripa. Segmen Tripa pernah memicu gempa berkekuatan M 7,3 pada 1936, merusak kota Banda Aceh. Segmen Simeuleum pernah memicu gempa yang merusak pada tahun 1964 dengan kekuatan M 6,5.

Terkait gempa hari ini, BMKG mengimbau warga untuk waspada tanpa tidak panik. Hingga pukul 10.00 WIB, terjadi 11 kali gempa susulan. Namun, intensitas gempa susulan semakin menurun. Gempa susulan terbesar bermagnitud M 4,8.

Kota-kota lain di Indonesia juga bisa terdampak gempa dengan mekanisme sesar mendatar. Ancamannya bervariasi tergantung aktivitas sesar di masingh-masing wilayah. Lebih lanjut, simak di konten interaktif berikut yang sekaligus menjadi peringatan 10 tahun gempa Yogyakarta tahun 2006. (tribun jabar/serambi indonesia/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved