Opini

Museum Mulawarman, 'Mau Dibawa Kemana?'

kondisi yang ditawarkan tidak banyak mengalami perubahan yang berarti jika tidak ingin dikatakan mengalami stagnasi

Museum Mulawarman, 'Mau Dibawa Kemana?'
TribunKaltim/M WIKAN H
Pintu masuk museum Mulawarman, yang dahulunya merupakan bangunan kerajaan Kutai. (TribunKaltim/M WIKAN H) 

Erny Silalahi
PNS, LPDP Awardee,
MTHEM Student University of Queensland, Australia
erny.silalahi@uqconnect.edu.au

Museum Mulawarman pernah dibanggakan sebagai salah satu museum dengan pengunjung terbanyak di Indonesia yaitu dengan total kunjungan melampaui 100.000 orang pada tahun 2014 dan rata-rata kunjungan di atas 10.000 wisatawan tiap bulannya. Museum yang memiliki lebih dari 5.000 koleksi yang terbagi atas beberapa bagian: Geologika, Biologika, Etnografika, Arkeologi, Historika, Numismatika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa, dan Teknologika. Namun jumlah kunjungan yang terdengar cukup fantastis itu apakah telah meninggalkan kesan mendalam bagi para wisatawan yang menyempatkan diri berkunjung ke kota Tenggarong di mana museum Mulawarman ini berada. Tampaknya pemerintah daerah provinsi Kalimantan Timur sebagai pengelola museum belum sepenuhnya memberikan perhatian maksimal untuk mengembangakan potensi museum sebagai tempat mengumpulkan, merawat dan melestarikan warisan budaya sekaligus sebagai tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.
Kondisi terkini
Kembali melangkahkan kaki ke museum ini, kondisi yang ditawarkan tidak banyak mengalami perubahan yang berarti jika tidak ingin dikatakan mengalami stagnasi. Tidak bermaksud untuk membandingkan dengan museum kelas dunia, dengan museum sejenis di Indonesia saja rasanya akan terasa perbedaan kelasnya. Entah karena harga tiket masuk yang dirasa masih cukup murah, untuk saat ini Rp. 5.000 (pelajar), Rp. 10.000 (umum), dan Rp. 15.000 (wisatawan asing), tapi jika dibandingkan dengan museum Fatahillah yang dikelola oleh Pemda DKI Jakarta harga yang ditawarkan museum Mulawarman masih lebih tinggi. Beberapa museum di Australia yang dikelola oleh state government (pemerintah lokal) bahkan menggratiskan tiket masuk bagi para pengunjung. Namun dengan tidak adanya tiket masuk bukan berarti pelayanan mereka menjadi tidak maksimal. Ruangan berpendingin cukup pada musim panas dan berpenghangat pada musim dingin adalah salah satu hal yang mudah didapatkan. Belum lagi toilet yang bersih, brosur informasi yang menarik, pencahayaan yang baik bahkan petugas yang siap sedia membantu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.
Menciptakan kepuasan pengunjung
Deskripsi minim akan koleksi atau bahkan tidak ada sama sekali membuat pengunjung bertanya-tanya dan menebak-nebak sendiri akan benda yang dipajang. Dalam bukunya Designing Interpretive signs: Principles in practice (2007), Moscardo, Ballanyne dan Hughes berpendapat tentang pentingnya intepretasi yang baik akan mampu menghasilkan hubungan yang terpadu antara makna dari koleksi pada sebuah museum dengan minat dari pengunjung. Karenanya deskripsi/makna dari koleksi sangatlah penting namun haruslah memenuhi beberapa unsur, diantaranya menggunakan judul yang menarik dan menerangkan tema dari koleksi, besar huruf yang mudah terbaca, jumlah huruf yang tidak terlalu banyak, dan lain-lain. Tata cahaya akan setiap koleksi pun menjadi salah satu hal penting lainnya dalam mendukung intepretasi. Pada beberapa koleksi hal ini tidak terlihat. Pencahayaan yang baik akan menambah kesan dramatis pada koleksi yang ditampilkan dan dengan demikian pesan yang ingin disampaikan akan diterima dengan baik oleh pengunjung.
Pada beberapa museum kelas dunia, pengelola dengan rutin akan mengatur ulang tata letak koleksi mereka dengan harapan menghadirkan suasana baru yang segar bagi pengunjung khususnya pengunjung repetitif. Perlu diingat motivasi seseorang dalam berkunjung ke sebuah museum mencakup keinginan, hasrat, motif dan tujuan yang ingin dicapai melalui proses kognitif selama kunjungan berlangsung. Tentunya pengelola museum menginginkan seluruh pengunjung mendapatkan pengetahuan melalui kunjungan mereka yang dibalut melalui kegiatan rekreasi yang menyenangkan.
Ada baiknya untuk menyediakan brosur/leaflet informasi mengenai museum Mulawarman pada pintu masuk atau beberapa spot lain yang dianggap perlu. Pengadaan petunjuk atau peta orientasi museum Mulawarman secara keseluruhan juga sangatlah penting dikarenakan orientasi yang baik membuat pengunjung merasa lebih nyaman yang berakibat pada meningkatnya kepuasan pengunjung. Salah satu studi tentang kajian pengunjung di Amerika Serikat menemukan bahwa orientasi yang baik mengakibatkan peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke museum.
Kebersihan
"Apakah kita sudah menciptakan kenangan yang tidak terlupakan bagi pengunjung?" haruslah menjadi tantangan pengelola museum Mulawarman. Kebersihan menjadi bagian penting dari usaha menciptakan kenangan. Kondisi koleksi yang dipajang masih tampak tidak terawat, berdebu dan terkesan usang. Idealnya, untuk menciptakan kondisi tersebut haruslah ada keserasian antar koleksi dengan tema yang diusung. Dukungan beberapa faktor exterior dan interior juga sangatlah penting seperti warna, temperatur ruangan, music, aroma, layout ruangan dan koleksi, dan penyediaan sarana aktivitas multi sensorik.
Keberadaan toilet di lokasi umum amatlah penting. Pada saat ini toilet hanya ditemukan di luar bangunan utama museum dan tidak ada signage pendukung mengenai dimana keberadaan toilet bagi pengunjung yang sedang berada di dalam museum. Begitupun dengan keberadaan tempat sampah, dirasakan masih kurang. Kalaupun ada, tempat sampah ini tidak berada di tempat-tempat yang mudah terlihat oleh pengunjung.
Teknologi
Pada era digital seperti saat ini adalah satu keniscayaan setiap orang ingin mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cara cepat, mudah, dan akurat. Nyaris setiap bidang seperti pendidikan, industri, usaha dan lain-lain ingin menjadi lebih dekat dengan setiap orang di luar organisasi mereka. Keberadaan website resmi sebagai rujukan informasi juga sangat penting. Dalam hal ini museum belum memiliki website yang memudahkan setiap orang untuk mengakses informasi yang ingin mereka dapatkan. Website ini juga tentunya akan sangat membantu dalam mendapatkan calon pengunjung baru dari belahan dunia yang lain jika didukung dengan informasi yang akurat, rinci, dan menggunakan mode beberapa bahasa asing untuk menarik calon pengunjung dari negara lain. Hal ini tentunya dapat menjadi bagian dari promosi museum secara khusus, tentunya dengan biaya yang tidak terlalu mahal namun sangat efektif dan tepat sasaran.
Pengelola juga diharapkan secara rutin membaca beberapa website yang khusus memuat review wisatawan. Beberapa website memuat review yang banyak dijadikan acuan oleh pengelola obyek, maupun dunia usaha adalah TripAdvisor, Orbitz ataupun Trippy. Dengan membaca rutin review dari pengunjung maka pengelola dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu mendapat perhatian lebih dan dapat menjadi bahan acuan untuk perbaikan di masa yang akan datang.Tentunya banyak hal yang masih dapat kita banggakan dari keberadaan museum Mulawarman yang selama ini telah cukup dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Kalimantan Timur. Namun seiring dengan target peningkatan jumlah wisatawan domestik maupun internasional, maka sudah seharusnya lah kita berbenah dengan memaksimalkan segala sumber daya yang ada. Dan tentu saja agar kecintaan pada peninggalan sejarah tetap terpelihara dan menimbulkan rasa bangga telah dapat memelihara dan menyaksikan salah satu saksi tonggak sejarah cikal bakal berdirinya nusantara. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved