Breaking News:

Budak Seks Militan Somalia

Budak Seks Militan Somalia Dipaksa Setiap Hari Layani Tiga Pria

Kelompok militan Somalia, al-Shabab, tak hanya merekrut anak-anak muda sebagai petempur, tapi para perempuan yang dipakai sebagai budak seks mereka.

Editor: Maturidi
(BBC)
Faith dan anaknya bisa melarikan diri setelah mendapat bantuan dari seorang tabib di hutan Somalia. 

Faith hamil dan terpaksa melahirkan sendiri di hutan tanpa bantuan siapa pun.

"Nenek saya seorang dukun bayi, jadi saya sedikit tahu tentang cara melahirkan," katanya.

Faith akhirnya bisa melarikan diri setelah seorang tabib yang tengah mencari bahan ramuan tradisional melihatnya sendirian. Tabib ini memberi tahu jalan untuk keluar dari hutan.
Kini Faith dan anaknya tinggal di kota, namun masalah belum selesai karena anaknya sangat sulit beradaptasi dengan kehidupan kota. Si kecil baru bisa tidur di luar rumah dan harus dalam pelukan sang ibu.

Faith mengatakan “ia dan anaknya hidup tak ubahnya seperti binatang di hutan.”

Dipaksa hamil

Beberapa perempuan yang berbicara dengan BBC juga mengatakan mereka punya anak saat disekap selama beberapa tahun oleh al-Shabab.

Sarah, salah seorang bekas istri petempur al-Shabab mengatakan, ada program khusus dari kelompok ini untuk mendapatkan anak sebanyak mungkin dari para perempuan yang mereka sekap.

Langkah ini diambil setelah pola perekrutan tradisional dari luar kamp makin sulit dilakukan.

"Di kamp saya, mereka memasukkan banyak perempuan ... mereka ingin menambah anggota, jadi mereka ingin perempuan seperti kami melahirkan untuk mereka," kata Sarah.

Ia mengatakan kebanyakan dari 300 perempuan yang berada di kamp berasal dari Kenya. Beberapa di antaranya diambil sebagai istri, yang lain dipaksa menjadi budak seks.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved