Jumat, 17 April 2026

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Pedagang Dilarang Jual Permen Tengkorak, Benarkah Penyebab Murid-murid SD Keracunan?

Isu permen tengkorak asal China yang diduga menyebabkan murid-murid SDN di Sangatta keracunan membuat sebagian keluarga menjadi khawatir.

TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Petugas gabungan yang dipimpin Disperindag Kutim mendatangi agen penjual permen tengkorak. 

Sedangkan yang lima orang tidak. Selain itu, di rumah D, hampir semua makan permen tersebut. Adiknya pun ikut makan. Tidak pernah terjadi keluhan kata mereka," kata Rino.

Untuk menghindari permasalahan kesehatan terhadap anak-anak di sekolah, menurut Rino, orangtua diimbau sebaiknya lebih memperhatikan jajanan anak.

Kalau perlu selalu membekali anak dengan makanan rumahan yang dibuat sendiri dan diketahui kebersihannya.

Untuk sekolah, juga harus memantau makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah.

Senada, Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim Achmad Dony Erviady mengatakan selain meminta agen tidak lagi memasarkan produk permen tengkorak, ia juga meminta agen menghubungi pedagang-pedagang lain yang sudah telanjur mengambil produk tersebut untuk tidak mengedarkannya dulu.

Baca: Penampilan Gibran yang Generasi Milenial Beda dengan Agus Yudhoyono, Kamu Lebih Suka yang Mana?

Informasi yang diperoleh dari agen, produk permen tersebut merupakan produk baru.

Karena baru sekitar satu bulan masuk ke Sangatta, melalui agen di kawasan pelabuhan di Samarinda.

Dalam sebulan ini, agen sudah melempar 16 pack atau 320 bungkus ke pasaran.

Baca: Pulang ke Indonesia Ternyata Ini Alasan Sri Mulyani

"Di kawasan pasar Sangatta Seberang, sudah kita imbau agar tidak jual dulu.

Pada agen, kita juga minta mereka hubungi pedagang yang sudah terlanjut ambil, terutama yang berada di kecamatan agar tidak mengedarkan dulu sampai informasi tentang kandungan permen terungkap jelas," kata Dony.

Ia meminta Dinkes Kutim yang membawa sampel permen tersebut ke BPOM di Samarinda agar lebih cepat memberi hasil pemeriksaan ke Kutim. Agar semua kekhawatiran yang terjadi beberapa hari ini, selesai.

Namun, setelah itu tujuh di antaranya mengeluh sakit perut, pusing dan mual. Sehingga dibawa oleh para guru ke Puskesmas.

Baca: Pemulung Sampah Nekat Jadi Kurir Sabu, Upahnya Sekali Antar Bisa Beli Motor Bebek

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved