Sabtu, 2 Mei 2026

Bus Dilempari Batu, Pak Sopir Akhrinya Tewas, Diduga Kehabisan Darah

"Sampai di dalam bus, saya lihat suami sudah bersandar ke setir bus," ungkapnya.

Tayang:
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI 

"Awalnya saya menelepon suami hari Kamis, pukul 01.30 pagi. Beliau masih berada di Mantingan, Ngawi, ketika itu. Saya tak punya firasat apa pun. Hanya saja saya tak bisa tidur," ungkap Nanik.

Baca juga:

Ternyata Ini Alasan PSSI Hapuskan Regulasi soal Pemain U-23 di Liga 1

Pesona Lionel Messi Berhasil Bujuk Angel di Maria ke Barcelona, namun Jalan Masih Berliku . . .

Dilirik Klub Malaysia, Jawaban Satria Tama Mengejutkan

Tersingkir dari Juventus, Begini Nasib Kiper Keturunan Indonesia ini Sekarang

Pemain Borneo FC Ini Tak Sabar Adu Cepat dengan Winger Semen Padang

Bertolak ke Padang, Sejumlah Pilar Pesut Etam Terpaksa Absen

Setelah Manchester United, Giliran Klub Ini Dukung LGBT

Sekitar pukul 03.00, lanjut dia, Misdi balik meneleponnya.

"Waktu itu beliau setengah berteriak di hape, 'Aku disawat (saya dilempar batu). Kejadiannya di Masaran, Sragen,'" ujar Nanik menirukan omongan Misdi.

Merasa panik, Nanik langsung bertanya kepada suaminya mengenai ukuran batu tersebut.

"Besar, kena kaki saya," paparnya mengulangi suara Misdi di telepon.

Namun, sang suami menyatakan baik-baik saja sehingga tak ada yang perlu dikhawatirkan. Meski merasa gundah, Nanik berusaha tenang mendengar perkataan tersebut.

"Dia bilang masih bisa nyopir," jelas Nanik seraya mengusap air mata menggunakan tisu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved